Renungan Pelita P/KB GMIM, 15 – 21 Mei 2016

KUASA YANG MENGHIDUPKAN
Roma 8 : 1 – 17

Saudara-saudaraku Pria/Kaum Bapa GMIM yang dikasihi Tuhan.
Rasul Paulus dalam suratnya ini banyak berbicara dan menekankan tentang kesatuan orang Yahudi dan orang non Yahudi (bangsa-bangsa lain termasuk orang-orang Yunani dan Romawi) dalam pembenaran oleh iman kepada Yesus Kristus. Sebelum kedatangan Kristus, kedua golongan yakni orang Yahudi dan orang non Yahudi, terpisah. Bangsa Yahudi adalah bangsa pilihan, umat Allah. Hukum Taurat dan sunat merupakan tanda pemilihan ini. Oleh karya Kristus, pemisahan itu ditiadakan. Kini orang Yahudi dan non Yahudi bersama-sama menjadi umat Allah, yang dikaruniai Roh Allah (Roh Kudus). Yang menjadi tanda masuk ke dalam umat Allah ialah baptisan. Rasul Paulus terpanggil untuk melaksanakan tugas pewartaan Injil Kristus, khususnya dalam lingkungan bangsa-bangsa non Yahudi. Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya kepada Kristus, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani (bangsa-bangsa lain). Sebab di dalamnya dinyatakan pembenaran oleh Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang yang dibenarkan karena imannya, akan hidup.” (Roma 1:16-17).
Dalam tugasnya, Paulus berhadapan dengan ancaman dari tiga pihak. Pertama, pihak orang-orang Yahudi yang menolak Injil Kristus. Kedua, pihak Kristen asal Yahudi. Di antara mereka yaitu kaum Yudais tidak mau menerima pandangan Paulus tentang Injil yang dinilai meniadakan keistimewaan Yahudi (keturunan bangsa Israel) selaku umat pilihan Allah. Menurut mereka, kedatangan dan karya Kristus tidak mengubah status Israel sebagai umat pilihan dan juga tidak meniadakan kewajiban orang Kristen untuk memelihara seluruh hukum Taurat, termasuk kewajiban sunat. Sebab itu kalangan ini tetap menuntut orang Kristen non Yahudi untuk menjadi anggota umat Yahudi dengan jalan disunat dan diharuskan memelihara semua Taurat. Ketiga, pihak orang Kristen non Yahudi. Di antara mereka, terdapat pandangan bahwa Yahudi/Israel sudah tidak masuk perhitungan lagi. Mereka memandang rendah orang-orang yang sudah beriman kepada Kristus yang masih memelihara berbagai peraturan ritual Yahudi.
Saudara-saudaraku yang diberkati Tuhan.
Khusus dalam perikop bacaan ini, rasul Paulus menegaskan tentang kehidupan orang Kristen menurut atau berdasarkan Roh Allah. Ia memperlihatkan kehidupan baru dalam Roh dengan karya Kristus. Paulus juga membedakan kedua cara hidup, yaitu hidup menurut daging dan hidup menurut Roh. Rasul menekankan bahwa hidup Kristen adalah hidup menurut Roh. Roh Allah yang memberi hidup telah memerdekakan jemaat Kristen di Roma (baik orang Yahudi maupun non Yahudi) dalam Kristus dari kuasa dosa dan kuasa maut. Jadi kuasa yang memerdekakan dan menghidupkan Kristus, bukanlah kuasa hukum Taurat, melainkan Roh Allah. Hal ini berlaku pula bagi semua orang yang telah hidup beriman kepada Kristus. Sebab karya Kristus dan kebangkitan-Nya membuktikan kuasa Roh Allah, bukan kuasa hukum Taurat.
Dengan demikian, hukum Taurat bagi orang Kristen dijalankan, bukan lagi menurut daging atau berdasarkan keinginan daging dan kewajiban memenuhi tuntutan hukum semata, melainkan dilaksanakan menurut Roh yang telah dikaruniakan Allah di dalam Kristus. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Sama seperti tulisan rasul Paulus yang disampaikan kepada jemaat di Galatia, bahwa keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh. “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, kemarahan, kepentingan diri sendiri, percekcokan, perpecahan, kedengkian, bermabuk-mabukan, pesta pora dan sebagainya…” (Gal. 5:19-21). Siapa saja yang melakukan hal-hal demikian tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. “Tetapi buah Roh adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri” (Gal. 5:22-23). Siapa saja yang telah beriman kepada Kristus, berarti telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Dan orang-orang yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.
Saudara-saudaraku Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan.
Jika benar bahwa kita telah beriman kepada Kristus, maka kita harus hidup dipimpin oleh Roh yang telah membangkitkan Kristus. Roh inilah yang akan membawa kita pada hidup dan damai sejahtera yang kekal. Tanda-tanda nyata hidup menurut Roh adalah memiliki atau menghasilkan buah-buah Roh.  Namun jika kita hidup menurut keinginan daging maka kita pasti akan menghasilkan perbuatan-perbuatan daging, dan mengantarkan kita kepada maut.
Sampai sejauh ini, mari kita periksa diri kita, apakah kita sudah sungguh-sungguh hidup menurut keinginan Roh dan selalu menghasilkan buah-buah Roh? Atau kita justru masih hidup menurut keinginan daging, yang ditandai dengan bentuk-bentuk perbuatan daging. Firman Tuhan saat ini meminta kita untuk menentukan pilihan dan sikap hidup. Keinginan dan perbuatan daging jelas membawa manusia pada maut dan tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah, tapi keinginan Roh dan buah-buah Roh membawa manusia pada hidup dan damai sejahtera. Hidup dipimpin Roh akan menjadikan kita sebagai anak-anak Allah dan menjadi ahli-ahli waris yang berhak menerima janji-janji Allah.
Jadi, harus dicamkan bahwa identitas atau status sebagai Kristen ataupun sebagai umat pilihan, tidaklah cukup dan tidak otomatis mendapat bagian dalam Kerajaan Allah jika pada praktiknya adalah perbuatan-perbuatan daging. Tidaklah cukup orang Kristen “maso gereja” tiap minggu, ikut kegiatan-kegiatan gerejani, menjadi pelsus atau pelayan jemaat, menjadi pekerja gereja, jikalau hidup sehari-hari masih dikuasai oleh keinginan-keinginan daging. Karena itu Pria/Kaum Bapa harus jadi teladan hidup menurut Roh. Supaya kita selalu dituntun dan diteguhkan oleh Roh maka setiap hari kita harus berdoa dan membaca Firman Tuhan. Seperti kata Yesus, Roh memang penurut tapi daging lemah.  Sebab itu berjaga-jagalah dan berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan sehingga berbuat dosa. Amin
Pertanyaan untuk PA:
1. Apa pemahanan saudara tentang Kuasa Yang Menghidupkan menurut bagian Alkitab ini?
2. Berikan contoh tanda-tanda nyata kehadiran kuasa yang menghidupkan dalam kehidupan gereja, serta contoh-contoh hidup yang dikuasai oleh kuasa yang mematikan!
3. Bagaimana Pria/Kaum Bapa memelihara setiap keluarga agar dipimpin oleh Roh, bukan keinginan daging?

Related

Renungan 1052879432995956701

Posting Komentar

emo-but-icon

Renungan

Undangan

Undangan

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Berlangganan Artikel Kami

Masukkan alamat email:

Tertarik Beriklan? Kami Sediakan Di sini...

Mau Beriklan??? Hubungi???...0811438088/085256409555/08124301190
item