Renungan Pelita P/KB GMIM, 6 - 12 Maret 2016 (Minggu Sengsara IV)

TUHAN MEMBEBASKAN ORANG BENAR DARI KESESAKAN
Mazmur 34 : 1 – 23

Saudara-saudaraku Pria/Kaum Bapa GMIM yang dikasihi Tuhan.
Dari ayat 1 bacaan ini, kita dapat mengetahui bahwa Mazmur ini berasal dari Daud dan diberi judul oleh Lembaga Alkitab Indonesia, yaitu “Dalam perlindungan Tuhan”. Kitab Mazmur adalah suatu himpunan doa dan kidung puji-pujian orang Ibrani yang ditujukan kepada Allah. Doa dan pujian umat Allah berisi kesaksian dan pengalaman iman tentang kasih dan perbuatan Allah atas orang-orang yang berpaut kepada-Nya, termasuk bagi Daud sendiri. Ia adalah seorang yang diurapi Tuhan sebagai raja Israel, dan sering berhadapan dengan keadaan yang tidak menyenangkan, bahkan ancaman maut. Misalnya, ketika dalam waktu yang cukup panjang, Daud harus dikejar-kejar oleh Saul dan pasukannya untuk dibinasakan. Daud kerap berhadapan dengan situasi yang berbahaya, sehingga ia merasa tidak nyaman, bahkan berkali-kali ia harus lari dan bersembunyi. Padahal ia telah dipilih dan ditetapkan sebagai raja; pemimpin yang tentunya berperan untuk memberikan keamanan dan ketentraman kepada umat Israel.
Mazmur yang berisi ungkapan hati dan pengalaman iman raja Daud membantu kita mengungkapkan isi hati kita kepada Allah dan mempertimbangkan atau memikirkan jalan-jalan Tuhan. Dalam bacaan ini, pemazmur memuji Tuhan untuk suatu kelepasan ajaib dari kesulitan besar. Kesaksiannya memberikan semangat kepada semua umat Allah yang tertindas untuk percaya bahwa mereka (termasuk kita orang Kristen sekarang ini) juga dapat mengalami pertolongan Tuhan. Kesulitan apapun yang kita hadapi dalam mengisi hidup yang berkenan di hadapan Tuhan, tidak akan dapat menghentikan kita untuk terus memuliakan dan memasyurkan nama Tuhan; kita akan terus berbuat kebaikan; dan terus menggantungkan pengharapan kita kepada-Nya, dan akan tiba saatnya, Tuhan menolong kita dari kesulitan bahkan keadaan bahaya sekalipun. Kekuatiran dan ketakutan akan diubahkan oleh Tuhan menjadi ketenangan dan kekuatan untuk menghadapi realitas pergumulan hidup; beban yang berat akan terasa ringan dipikul karena Tuhan melihat keberadaan kita dan mendengar pengharapan kita kepada-Nya.
Ancaman Saul tidak membuat Daud untuk melakukan perlawanan yang sama; tetapi sebaliknya Daud berusaha untuk melakukan perdamaian. Dia tetap berusaha melakukan apa yang baik dan menghindari hal-hal yang jahat. Itu karena Daud menjadi lebih takut kepada Tuhan daripada kepada orang-orang yang berusaha membinasakannya. Ia meyakini bahwa hidup dan nyawa manusia adalah milik Tuhan, apalagi orang yang diurapi-Nya. Inilah salah satu pelajaran yang dapat kita peroleh dari pengalaman Daud. Dan tentu inilah juga ajaran Yesus. Bahwa kita harus melakukan kebaikan, dan jangan membalas kejahatan dengan kejahatan; kita harus mengasihi dan mengampuni orang yang bersalah kepada kita, karena Tuhan adalah Maha pengasih, dan dengan  adil menghakimi setiap manusia sesuai perbuatannya.
Saudara-saudaraku yang diberkati Tuhan.
Orang yang percaya kepada Tuhan yakin bahwa mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan mendengar/memahami akan apa yang diperlukan, yaitu pertolongan-Nya. Tuhan pada akhirnya akan memberikan perlindungan kepada orang-orang yang benar yang berseru kepada-Nya, dan Tuhan sendiri pula yang akan menentang orang-orang yang berbuat kejahatan;  Kita dapat melihat bagaimana Tuhan sendiri yang membela umat-Nya; Tuhan yang berperang mengalahkan musuh-musuh umat-Nya. Siapa yang membenci dan melawan umat-Nya berhadapan dengan Tuhan sendiri; mereka menanggung hukuman karena melawan umat Tuhan.
Mazmur ini memperteguh pengharapan kita kepada Tuhan. Memang kita akan menghadapi berbagai kesukaran dan penderitaan karena mempertahankan iman; memang kadangkala kita harus dibuat susah dan mengalami kemalangan karena ketidakadilan dan ketidakbenaran di sekitar kita, namun Tuhan pasti melepaskan kita dari rasa takut (ay.5); menyelamatkan kita dari kesesakan (ay.7, 18); mengutus atau mengirimkan perlindungan kepada kita (ay. 8); Tuhan menyediakan kebutuhan kita (ay. 10); memberikan kepada kita jaminan hidup yang baik (ay. 13); mendengarkan doa-doa kita (ay. 16); menghibur kita dengan kehadiran-Nya (ay. 19) dan menebus kita (ay. 23).  
Saudara-saudaraku Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan.
            Semua yang dialami pemazmur dan semua kesaksian umat Allah tersebut dapat juga kita nikmati jikalau kita terus mencari/mengandalkan Tuhan (ay. 5, 11). Bukan mengandalkan kekuatan kita atau juga mencari kekuatan manusia semata; Tetapi kita berseru kepada Tuhan (ay. 7); takut akan Dia (ay. 8, 10); menjaga lidah kita dari dosa kebohongan (ay. 14); mencari dan mengusahakan perdamaian (ay. 15). Hal ini menjadi catatan pelajaran berharga bagi kita. Jika kita suka atau terbiasa berdusta; suka berpikir negatif; merencanakan dan melakukan hal-hal yang tidak baik terhadap sesama termasuk keluarga kita, maka kita sendirilah yang akan menanggung sendiri akibatnya.
            Oleh sebab itu, marilah kita memimpin dan mengajar keluarga kita untuk senantiasa berpaut kepada Tuhan; dengan menjauhi segala apa yang tidak baik atau yang jahat; tetapi melakukan segala apa yang baik; agar kita dipandang sebagai orang-orang benar di hadapan Tuhan, yang akan tetap dilindungi, dikuatkan dan diselamatkan Tuhan dari rupa-rupa pergumulan hidup; agar doa-doa dan pengharapan kita didengar dan dijawab oleh Tuhan di dalam realitas hidup yang kita jalani; bahkan jiwa kita selamat daripada maut. Hal ini pula yang sedang kita hayati dalam peringatan Minggu-Minggu Sengsara Yesus, yaitu kesetiaan dan ketaatan-Nya yang teguh dalam menjalani penderitaan yang sangat berat, demi menyatakan kasih Allah yang besar untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa, dan supaya kita yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Amin

Pertanyaan untuk PA:
1.      Apa pemahaman saudara tentang cara Tuhan membebaskan orang benar dari kesesakan menurut bagian Alkitab ini?
2.      Bagaimana seharusnya orang-orang percaya (gereja) menyatakan diri sebagai orang-orang benar? Ungkapkan contoh bentuk-bentuk kesesakan yang masih dihadapi orang Kristen sekarang ini.

Related

Renungan 6546007387849172039

Posting Komentar

emo-but-icon

Renungan

Undangan

Undangan

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Berlangganan Artikel Kami

Masukkan alamat email:

Tertarik Beriklan? Kami Sediakan Di sini...

Mau Beriklan??? Hubungi???...0811438088/085256409555/08124301190
item