Pelita, 13 – 19 Maret 2016 (Minggu Sengsara V)

KUATKAN HATI WALAU MENDERITA
Yohanes 16 : 16 – 33

Saudara-saudaraku Pria/Kaum Bapa GMIM yang dikasihi Tuhan.
Menurut para ahli Alkitab Perjanjian Baru, Injil Yohanes ditulis di kota Efesus kira-kira pada tahun 100 Masehi, atau kira-kira 70 tahun setelah peristiwa penyaliban Yesus. Pada waktu itu, kekristenan tidak lagi hanya ada dalam kalangan ke-Yahudian, tetapi juga telah tersebar luas ke dunia non-Yahudi, termasuk kalangan Hellenis atau kehidupan dengan budaya Yunani. Pada masa-masa itu, orang Kristen membutuhkan penguatan untuk kepastian iman.
Injil Yohanes atau kitab Injil yang ke- 4 ini berisi catatan-catatan yang secara tajam dan jelas memandang serta mengungkapkan rahasia kekal, kebenaran-kebenaran abadi dan pikiran Tuhan. Salah satu hal yang paling menarik di dalam Injil ini, ialah tentang pidato-pidato Yesus yang panjang, termasuk bagian bacaan kita saat ini. Perikop 16:16-33 secara garis besar kitab Injil ini berada di urutan waktu “Hari-hari Terakhir Yesus (Yoh. 11:45 – 19:42). Khususnya dari pasal 13:1 – 17:26) adalah ‘Yesus Mempersiapkan Para Murid-Nya’, sebelum Ia ditangkap dan dibuat sengsara hingga mati di kayu salib.
Yesus sungguh mengetahui di dalam wawasan pikiran orang Yahudi, waktu dibagi dalam dua zaman: zaman sekarang ini dan zaman yang akan datang. Zaman ini adalah jelek sama sekalin dan seluruhnya ada di bawah penghukuman; Dan zaman yang akan datang adalah zaman keemasan Allah. Di antara dua zaman tersebut, mendahului kedatangan Mesias, yang akan membawa zaman yang baru, terdapatlah Hari Tuhan.; dan Hari Tuhan itu akan menjadi hari yang mengerikan, di mana dunia akan dipercah-pecahkan dalam bagian-bagian kecil sebelum zaman keemasan tiba. “Sungguh, hari Tuhan itu datang dengan kebengisan, dengan gemas dan dengan murka yang menyala-nyala, untuk membuat bumi menjadi sunyi sepi dan untuk memunahkan daripadanya orang-orang yang berdosa” (Yesaya 13:9, bandingkan juga Yoel 2:1 & 2).
Dalam konteks demikian, Yesus berkata kepada murid-Nya: Aku meninggalkan kamu; akan tetapi Aku datang kembali; harinya akan datang di mana pemerintahan-Ku akan mulai dan kerajaan-Ku akan datang; akan tetapi sebelum itu kamu harus mengalami perkara-perkara yang mengerikan. Dan kalau kamu tetap setia, kamu akan menerima berkat-berkat yang amat berharga.” Kesedihan akan menjadi sukacita. Ada waktu-waktu di mana nampaknya menjadi Kristen hanya membawa kesusahan saja, dan menjadi milik dunia membawa kesukaan. Tetapi akan tiba harinya bahwa semuanya itu akan terbalik. Kesukaan dunia yang tanpa susah akan menjadi penderitaan, dan yang nampaknya menjadi kesusahan Kristen akan berubah menjadi kesukaan. Kita harus selalu ingat dan percaya, bahwa kalau kita harus menderita karena iman dan kebaikan, hal itu bukanlah akhir segala perkara dan bahwa penderitaan akan menjadi jalan kesukaan.
Saudara-saudaraku yang diberkati Tuhan.
Kesukaan yang diberikan oleh dunia bergantung pada kemurahan dan kenikmatan duniawi. Namun kesukaan yang diberikan oleh Kristus tidak bergantung dari apa yang dapat dilakukan oleh dunia. Di dalam kesukacitaan Kristen, kesukaan kehadiran Kristus adalah sempurna dan lengkap. Rasa sakit, penderitaan yang terdahulu dilupakan, seperti seorang ibu yang melupakan rasa sakit saat melahirkan anaknya. Orang-orang Kristen terdahulu yang mati syahid atau yang meninggalkan karena mempertahankan iman melupakan kesakitan masa lalu di dalam kemuliaan sorga. Pengorbanan yang kita berikan untuk kebaikan dan kebenaran, sekalipun mungkin berat dan sulit dilakukan namun seiring waktu akan terlupakan dan digantikan dengan kesukacitaan.
“Pada hari itu,” kata Yesus, “kamu tidak usah menanyakan apa-apa lagi kepada-Ku.” Di dalam hidup ini selalu ada pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa dijawab dan pergumulan hidup yang berat untuk diterima. Ya. Dalam realitas hidup ini, yang dibutuhkan adalah kita harus berjalan dengan iman dan tidak secara verbal atau hal-hal yang kelihatan saja; akan tetapi pada zaman yang akan datang bersama dengan Kristus, akan ada pengetahuan yang penuh.
Saudara-saudaraku Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan.
            Yesus telah menyatakan secara terus terang bahwa Dia datang dari Allah dan bahwa Dia akan pergi kembali kepada Allah. Inilah pernyataan Yesus yang luar biasa; Dia tidak lain adalah Anak Allah dan bahwa salib atau sengsara yang akan Dia alami bukan berarti kematian seorang penjahat, melainkan jalan kembali kepada Allah Bapa.
            Yesus mengatakan pula bahwa murid-murid-Nya dapat secara langsung datang kepada Allah, karena Allah mengasihi mereka. Artinya kita sebagai pengikut-Nya dapat melakukannya sendiri atau berdoa kepada Allah. Yesus pula amat mengetahui bahwa murid-murid-Nya, termasuk kita yang hidup di masa kini akan mengalami rupa-rupa tawaran dunia untuk meninggalkan Dia, sebab itu kita harus setia, sama seperti Yesus yang tetap percaya bahwa Allah Bapa selalu menyertai Dia. Selama hidup di dalam dunia ini, kita tidak akan pernah sepi atau bebas dari berbagai penderitaan yang datang silih berganti demi mempertahankan iman, kasih, kebaikan, kebenaran. Oleh karena itu kita harus menguatkan hati kita.  Memang ini tidak gampang. Kita harus berusaha memelihara iman dengan tetap tekun beribadah, berdoa dan merenungkan firman-Nya.
Sama seperti yang dikatakan rasul Paulus: “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia” (Filipi 1:29). Dalam proses menguatkan iman, kita memang harus berjerih lelah untuk persekutuan, kesaksian dan pelayanan, serta segala perbuatan yang baik yang dikehendaki Tuhan. Ya terkadang kita harus rela berkorban waktu, tenaga, pikiran dan dana/duit untuk pekerjaan pelayanan dan pelayanan atau kepentingan gereja dan masayarakat. Namun seringkali juga kita harus mengesampingkan kepentingan pribadi atau keluarga dan kelompok tertentu, walaupun berat kita lakukan, demi kebaikan banyak orang yang jauh lebih besar dan berharga. Yang pasti kita percaya, Tuhan selalu beserta kita. Damai sejahtera-Nya menaungi kita, sehingga kita tidak merasa sendirian memikul segala tugas dan tanggung jawab kita. Amin

Pertanyaan untuk PA:
1.      Apa pemahaman saudara tentang Kuatkan Hati, Walau Menderita, menurut bagian Alkitab ini?
2.      Apa saja bentuk-bentuk penderitaan, dalam artian penderitaan karena hidup beriman yang dialami warga gereja atau orang Kristen dewasa ini?  Dan bagaimana menghadapinya?
3.      Berkaitan dengan tema perenungan ini, ungkapkan contoh pengalaman iman pribadi kehidupan berumah tangga atau pekerjaan.

Related

Renungan 1887686211036330174

Posting Komentar

emo-but-icon

Renungan

Undangan

Undangan

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Berlangganan Artikel Kami

Masukkan alamat email:

Tertarik Beriklan? Kami Sediakan Di sini...

Mau Beriklan??? Hubungi???...0811438088/085256409555/08124301190
item