Ini, Pemahaman Teologis Panji Yosua P/KB GMIM

PEMAHAMAN TEOLOGIS
PANJI YOSUA PRIA/KAUM BAPA SINODE GMIM


Alasan tidak menggunakan istilah Laskar: Pertama, istilah etimologi kata laskar dalam Kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti  serdadu atau tentara yang disiapkan untuk peperangan secara fisik untuk berperang untuk membela. Kedua: Walau istilah Etimoligi baik, apalagi dalam bagian integritas sebagai bangsa, tetapi rupanya sudah mulai ada konotasi negatif.  Karena ada kelompok-kelompok radikal di Indonesia yang memakai nama Laskar (contoh: Laksar Jihad, Laskar FPI). Sehingga, ketika orang mendengar istilah atau nama Laskar, langsung berkonotasi negatif. Opini publik perlu juga dipertimbangkan. Sebab, organisasi dengan visi dan misi bagus, tetapi memiliki nama yang berkonotasi negatif, pasti tidak akan diterima dengan baik kehadirannya. Akhirnya, muncullah istilah Panji Yosua.

Ada beberapa alasan mengapa dinamakan Panji Yosua. Yang pertama, secara etimologi. Panji artinya sepotong kain atau sepotong bendera yang diikatkan di sepotong kayu atau sarana lainnya.
Jika dilihat secara latar belakang teologis, setiap suku Israel memiliki Panji (contoh: Panji Efraim, Panji Manasye). Panji-panji itu menunjuk daerah orang tinggal. Panji, selain menunjuk tempat, juga menunjukkan identitas dan lokasi Panji itu ditegakkan, didirikan, di sana ada komunitas yang menunjuk identitas, tetapi sekaligus menunjukkan perjuangan, dan juga istilah Panji itu sebenarnya lebih luas dari pada istilah laskar.
Mengapa? Karena di mana ada panji, di situ menunjukkan ada sebuah komunitas, dan dalam komunitas atau suku itu ada bagian kecil yang disebut laskar. Contohnya:  dalam komunitas Efraim ada sekian persen yang disebut laskar, yang memang disiapkan untuk maju secara fisik dalam berperang melawan musuh-musuh. Tetapi, bukan hanya itu tugas laskar. Karena teokrasinya bangsa Israel selalu berpusat kepada pemerintahan Tuhan. Sehingga, jika ada gerakan politik, sosial, ekonomi dan lain sebagainya, laskar ini yang memang menjadi ujung tombak, dalam pergerakan untuk berpindah tempat,  dan saat mereka menuju tanah Kanaan. Di mana mereka datang, panji-panji itu harus ditegakkan.

Dari delapan alasan mengapa dipilihnya nama Panji Yosua, alasan yang paling penting adalah di masa kepemimpinan Yosua, semua suku Israel bersatu di bawah kepemimpinan Yosua.  Semua dalam satu komando Yosua. Karena kepemimpinan Yosua sebentar lagi akan memasuki tanah Kanaan. Musa memimpin umat Israel sampai di seberang sungai Yordan. Tetapi selama dalam kepemimpinannya itu, secara tidak langsung terjadi regenerasi kepemimpinan, dan yang paling menyolok adalah pada masa kepemimpinan Yosua. Karena mereka harus bersatu untuk merebut kota Yerikho. Saat kepemimpinan Musa, persatuan dan kesatuan itu belum terlalu nampak, sebab ada kelompok yang ingin berjalan sendiri, bahkan ada yang ingin kembali ke Mesir. Inilah yang menjadi sekat-sekat perjalanan bangsa Israel menuju ke tanah perjanjian. Ketika Musa meninggal, estafet kepelayanan itu datang kepada Yosua.

Kenapa hanya satu komando atau hanya kepemimpinan Yosua yang didengarkan? Karena kepemimpinan tersebut dilegitimasi oleh Allah. Bahwa hanya dalam kepemimpinan Yosua, bangsa Israel bukan hanya merebut tanah Kanaan,  tetapi melalui kepemimpinan Yosua semua bangsa akan mengenal Allah, mereka takut akan Allah dan tunduk kepada Allah. Inilah yang menjadi motto untuk Panji Yosua
(Yosua 4:24).

Beberapa indikator:
Pertama, Di dalam kepemimpinan Yosua, hanya ada satu Panji untuk memasuki tanah Kanaan.

Kedua, janji Tuhan memang ada di pundak Yosua.

Ketiga, Yosua ternyata menyimbolkan kesinambungan program iIahi. Karena, kepemimpinan Musa merekat pada Yosua.  Melanjutkan kepemimpinan Musa, semua janji-janji Tuhan kepada Musa dilanjutkan oleh Yosua. Kepemimpinan Yosua juga adalah menghormati kesinambungan kepemimpinan, dalam arti tentang spiritualitas dari Yosua. Dia memiliki spiritualitas Musa, dan itu penting. Orang yang memiliki spiritualitas dalam pelayanan, dia akan memahami bahwa sekalipun periode pelayanan itu berakhir, tetapi spiritualitas kepemimpinan itu tidak boleh berakhir. Kepemimpinan Musa boleh berakhir, tetapi spiritualitas kepemimpinan itu tidak boleh berakhir ketika terjadi pergantian kepemimpinan. Ini berarti harus terjadi regenerasi terus menerus, dan ini yang disebut regenerasi kepemimpinan.

Yosua adalah orang yang menghormati para pemimpin pendahulunya, tetapi juga menghormati para pemimpin yang ada di 12 suku Israel. Sehingga Yosua dapat disebut sebagai perekat, motivator, fasilitator, inspirator, dam konseptor. Selain itu, Yosua juga yang menjadi pelaksana tugas secara operasional. Dengan demikian, figur seorang Yosua patut menjadi figur yang patut diteladani.

Keempat, Ternyata dalam sejarah,  Yosua dalam kepemimpinannya di tanah Kanaan tidak pernah ada apa yang disebut pembagian tanah yang tidak adil. Artinya, Yosua sangat menghormati suatu keadilan. Itulah sebabnya disebutkan, Panji Yosua adalah pelopor-pelopor keadilan dan tanah Kanaan itu dibagi-bagi dalam era kepemimpinan Yosua. Dalam kepemimpinan Yosua terjadi kesejahteraan, dan kehidupan yang berdampingan dengan rukun dan damai.

Kelima, Yosua bertugas sampai pada akhir hayatnya sebagai abdi Allah. Tetapi spiritualitas kepemimpinan itu tidak hanya dijabarkan saat Yosua menjadi pemimpin, tetapi sudah mendarahdaging  dalam kehidupan Yosua, sehingga sampai akhir hayatnya, ia hidup sebagai abdi Allah.

Keenam,  Nama Yosua (ibrani: Yehosua), artinya Allah Adalah Penyelamatku. Arti Yehosua ini kemudian diterjemahkan dalam bahasa Yunani yang memiliki arti yang sama dengan arti nama Yesus yaitu Allah Penyelamatku. Secara teologis, benang merah melihat bahwa Yosua adalah gambaran kepemimpinan Yesus, yang menuntun umat Israel memasuki tanah Kanaan. Maka kemudian dalam istilah teologis Perjanjian Baru,  kehadiran Yesus untuk menuntun gereja kepada kehidupan Yerusalem baru.

Ketujuh, Ketika memakai nama/istilah Panji Yosua, bukan hanya menunjuk kepada bendera, tempat, satu persekutuan, tetapi dalam kepercayaan iman orang Israel, kekuatan yang sesungguhnya bukan pada Panji secara fisik, tetapi kekuatan yang menggerakan, yang memberikan keselamatan. Itu adalah Tuhan sendiri. Sehingga umat Israel menunjuk dan mengatakan: “Tuhan adalah panji-panji keselamatanku.” Ketika orang Israel melihat panji yang artinya ada kekuatan, mereka bukan tertuju kepada panji itu, dan kekuatan orang secara fisik yang ada di sekitar panji itu, tetapi mereka  melihat kekuatan Tuhan. Jadi, kehadiran panji, mengingatkan bahwa mereka harus mengandalkan Tuhan dalam perjuangan hidup mereka.

Ketika ada panji dicanangkan, antara lain secara sosiologis mengajak orang melihat, mengambil persekutuan, tetapi secara teologis  mengajak orang untuk melihat bahwa kekuatan kita adalah Allah itu sendiri.

Kedelapan, Secara etimologis,  historis teologis, kita juga akan mengatakan bahwa melihat Panji Yosua, berart kita juga akan melihat di sana ada kekuatan, yaitu panji yang tidak lain adalah Yesus Kristus sendiri. Karena di dalam Yesus, pasti ada kekuatan Allah yang menuntun, yang menyelamatkan, dan memberkati kita.

Bagaimana dengan kita sekarang? Apakah masih memiliki spiritualitas yang sama dengan Yosua ketika memimpin bangsa Israel memasuki tanah Kanaan? Sama tetapi bentuknya berbeda. Spiritualitas yang terutama adalah spiritualitas yang bergantung kepada Tuhan. Sebab, bicara tentang spiritualitas itu berbicara tentang mindset atau berbicara tentang mentalitas,  berbicara tentang nilai-nilai hidup yang dipengaruhi dan dibentuk oleh firman Allah.

Ketika Yosua berpikir, bertutur ucap, merebut  tanah Kanaan, nilai-nilai semangat perbuatan, perkataan, dipengaruhi oleh perkataan Tuhan. Spiritualitas itu harus ada pada kita sekarang. Tetapi, bentuknya berbeda. Kalau dulu memang angkat senjata untuk merebut tanah Kanaan. Bagaimana kita sekarang? Perjuangan kita, bahwa Pria/Kaum Bapa, di dalamnya Panji Yosua tidak bisa dipisahkan, tapi merupakan bagian integral dari perjuangan kita secara bersama. Perjuangan kita bersama sebagai Gereja Masehi Injili di Minahasa, itu tergambar atau dituangkan dalam sub tema GMIM.  Jadi, tugas dan tanggung jawab dari Panji Yosua sangat komprehensif sifatnya. Bukan hanya urusan agama yang diperhatikan, tapi ternyata Panji Yosua juga kait mengait masalah sosial, ekonomi, dan politik, dari berbagai aspek masalah kehidupan.

Contoh, dalam sub tema yang mengangkat masalah kemiskinan. Bukan hanya masalah kemiskinan materi. Tapi ketika masyarakat tidak dapat menyalurkan aspirasinya, sebenarnya disana terjadi kemiskinan dalam arti yang luas. Begitupun dengan keadilan, radikalisme. Pemahaman Radikal dan Radikalisme berbeda. Radikalisme itu berarti paham, “ismenya” atau paham kekerasan, yang dapat mengerahkan kelompok atau orang dengan paham kekerasan. Tetapi radikal itu menunjuk kepada suatu pemahaman (bukan paham), tetapi sesuatu yang kembali secara mendasar, hakekat orang Kristen yang radikal adalah orang Kristen yang tidak kompromi dengan dosa.

Jadi, visi dan misi yang radikal, adalah visi dan misi yang tidak mudah bengkok atau berkelok-kelok. Apalagi kalau berbicara tentang pemahaman iman. Orang Kristen harus radikal. Sekali kita mengakui Yesus adalah Juruselamat, itu tidak boleh ditukar dengan apapun dan siapapun. Itulah sebabnya, spiritualisme Yosua itu harus memiliki spiritualitas yang mendasar atau tulen (murni), tanpa ada keinginan untuk menguntungkan diri sendiri atau kelompok.
Maksud penyebutan Pria/Kaum Bapa teladan adalah pria yang sejati, suami yang setia, dan kepala keluarga yang bertanggung jawab. Empat komponen ini yang melekat pada pribadi seorang Pria/Kaum Bapa itu memang menjadi tujuan bersama. Oleh sebab itu diharapkan Komisi Pelayanan Pria/Kaum Bapa Sinode GMIM dan Pengurus Panji Yosua bukan hanya jadi penonton dalam masalah sosial, ekonomi, kemiskinan, dan lingkungan hidup, tetapi harus mengambil bagian sebagai pelaksana. Bagaimana kita menjadi pelaksana, itu akan terlihat dari bahasa-bahasa program gereja, secara khusus Pria/Kaum Bapa GMIM.


Oleh:
Pdt. Anthonius D. Sompe, M.Teol
Sekretaris Departemen Ajaran GMIM

Related

Renungan 5184739366780398206

Posting Komentar

emo-but-icon

Renungan

Undangan

Undangan

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Berlangganan Artikel Kami

Masukkan alamat email:

Tertarik Beriklan? Kami Sediakan Di sini...

Mau Beriklan??? Hubungi???...0811438088/085256409555/08124301190
item