Ini Panduan Organisasi Panji Yosua

PANDUAN PANJI YOSUA P/KB GMIM
PEMBUKAAN
Bahwa perjuangan Yosua melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan, perjuangan dan pelayanan Nabi Musa keluar dari tanah perbudakan (Mesir) memasuki Tanah Perjanjian yakni Tanah Kanaan, merupakan tonggak sejarah kepahlawanannya bagi Umat Tuhan dalam tuntunan Tuhan yang menjadi inspirasi dan menggelorakan semangat Bangsa Israel di masa itu, bahkan kita sebagai umat Israel masa kini.
Bahwa Musa dalam kepemimpinannya terkenal sebagai Negosiator ulung, sedangkan Yosua yang adalah pelayan Musa adalah ‘Panglima Perang’. Musa artinya diangkat dari dalam air, sedangkan Yosua artinya Keselamatan.
Bahwa Ulangan 31:7-8 menyaksikan, Musa memanggil Yosua hambanya itu, dan berkata kepadanya di depan seluruh orang Israel: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkau akan masuk bersama-sama dengan bangsa ini ke negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyang mereka untuk memberikannya kepada mereka, dan engkau akan memimpin mereka sampai mereka memilikinya. Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati."
Bahwa Janji Tuhan kepada Yosua sebagaimana tertulis dalam Yosua 1:3, Setiap yang akan kau injak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah kujanjikan kepada Musa.
Bahwa karena itu, Panji-panji Yosua berkibar-kibar di langit biru. Sungai Yordan pun kering saat tabut Tuhan melintas. Bahana terompet meruntuhkan Yerikho, Panji Yosua berkibar- kibar! Kota Ai, tragedi kekalahan pasukan Yoshua lantaran penipu menyelinap! Panji Yosua patah setengah tiang! Di Ebal, Yosua mendirikan tugu dengan tulisan hukum-hukum Musa. Di gelanggang tempur di Gibeon, matahari berhenti beredar. Panji panji Yosua berkibar di langit biru! Lima pasukan besar raja-raja kaum Amori dibasmi tuntas! Panji-panji Yoshua berkibar di langit subuh! Yabin, Raja Hazor dan pasukan besarnya dibantai atas serangan dan dan sergapan kilat pasukan Yoshua! Panji-panji Yosua berlumur darah merah, berkibar-kibar di angkasa! Panji-panji Suku Enak tercabut dari Hebron. Di atas gunung-gunung Hebron panji-panji Yosua berkibar. Siang dan malam di langit kuning tercabik-cabik! Umat Tuhan adalah petarung bukan budak! Umat Tuhan adalah pewaris tanah-tanah keselamatan! Yosua bin Nun adalah Pahlawan Keselamatan! Yesus adalah keselamatan tanpa kekerasan! Panji-panji Yosua hari ini, adalah panji-panji perjuangan tanpa peperangan dan kekerasan! Panji-panji pengarah keselamatan tanah kita.
Bahwa dengan kepemimpinan Yosua orang Israel melawan musuh, masuk, tinggal dan menata kehidupan di tanah Kanaan. Dan tugas selanjutnya adalah menjaga keamanan, ketentraman dan kesejahteraan bersama, baik sebagai umat maupun sebagai sebuah bangsa.
Bahwa semangat kepahlawanan, perjuangan dan kepelayanan Yosua itu menginspirasi dan memotivasi Pria/Kaum Bapa GMIM untuk melanjutkan perjuangan pelayanan dalam segala dimensi kehidupan demi membangun jemaat, khususnya anggota Pria/Kaum Bapa dalam melakukan perubahan agar terjadinya pergerakan yang simultan dan komprehensif dalam kepelayanan Pria/Kaum Bapa, sehingga Panji Yosua tetap berkibar dan terus menggelorakan semua Pria/Kaum Bapa melayani Tuhan di semua aras dan dimensi pelayanan dan kepelayanan Pria/Kaum Bapa GMIM.
Bahwa atas dasar tersebut di atas, maka dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kepala Gereja dan Jurus Selamat dunia dan dengan dilandasi rasa persatuan dan kesatuan serta tekad yang bulat, kesadaran yang mendalam, anggota Pria/Kaum Bapa GMIM di seluruh wilayah pelayanan GMIM dengan ini membentuk PANJI YOSUA sebagai lambang keselamatan dan kesejahteraan dalam membangun masa depan dengan panduan serta ketentuan-ketentuannya sebagaimana tertuang dalam Panduan PANJI YOSUA berikut ini:

BAB I
DASAR
Pasal 1
Panji Yosua dirikan berdasarkan:
1. Tata Gereja Masehi Injili di Minahasa Tahun 2007 dan Adendumnya Tahun 2012.
2. Ketetapan Sidang Majelis Sinode GMIM Tahun 2014, di Tomohon.
3. Ketetapan Sidang Majelis Sinode Tahunan Ke-27 GMIM Tahun 2014, di Wilayah Kawangkoan Satu.
4. Konsultasi Pria/Kaum Bapa Sinode GMIM Tahun 2014, di Jemaat Sion Ranomuut, Wilayah Manado Timur Dua.
5. Program Kerja Pria/Kaum Bapa Sinode GMIM.

BAB II
Nama dan Pengertian
Pasal 2

Organisasi ini bernama PANJI YOSUA, yang bersumber dari Alkitab sebagaimana perjuangan Yosua membawa Bangsa Israel masuk ke Tanah Perjanjian.
Pasal 3
Panji Yosua, sebagaimana pasal 2 di atas berasal dari 2 kata yaitu Panji dan Yosua yang mengandung pengertian sebagai berikut:
1. Panji.  Panji : (sebagai tanda alamat). Panji atau bendera orang Ibrani adalah semboyan, berbentuk sederhana dan diikatkan pada sebuah tongkat. Misalnya Orang Israel harus berkemah masing-masing dekat panji-panjinya, menurut pasukan mereka (Bilangan 1:52).  Di padang gurun tiap suku mempunyai panji-panjinya sendiri. Panji biasanya dipakai menandai tempat berkumpul. Dalam Yesaya 11:12, Mesias menaikkan panji, bahkan Mesias sendiri di sebut Panji. Dalam pengakuan orang Israel Tuhan disebut panji-panjiku (Kel 17:15).
2. Yosua. Yosua :  Bahasa Ibrani Yahwe ada/Pemberi keselamatan. Allah menyelamatkan atau Allah Juruselamat. Yosua dilukiskan sebagai orang yang  karena ketaatannya kepada Allah, sangat berhasil dalam pekerjaannya. Dalam bahasa Yunani,  ‘’Yosua’’ menjadi Yesus.

BAB III
Waktu dan Kedudukan
Pasal 4
PANJI YOSUA berdiri sejak saat dideklarasikan dalam acara Perayaan Hari Persatuan Pria/Kaum Bapa Sinode GMIM di Wilayah Mapanget Satu, tanggal 29 Mei 2015 yang sekaligus ditetapkan sebagai hari lahirnya PANJI YOSUA PRIA/KAUM BAPA GMIM, hingga batas waktu yang tidak ditentukan, sesuai dengan kebutuhan pelayanan Pria/Kaum Bapa Sinode GMIM.
Pasal 5
PANJI YOSUA berada dalam seluruh wilayah pelayanan Gereja Masehi Injili di Minahasa di Provinsi Sulawesi Utara, yang mencakup, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kota Manado, Kota Bitung dan Kota Tomohon, dan atau wilayah tertentu dalam cakupan wilayah pelayanan GMIM.
Pasal 6
Pusat kegiatan dan kedudukan PANJI YOSUA adalah di Kantor Sinode GMIM, di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.

BAB IV
Landasan, Azas, Maksud dan Tujuan
Pasal 7
Dalam kegiatannya PANJI YOSUA berlandaskan pada Alkitab dan berazaskan Pancasila dan UUD 1945
Pasal 8
Maksud Pembentukan PANJI YOSUA adalah:
1. Menjadi pelopor dan penggerak utama dalam pelayanan dan kepelayanan Pria/Kaum Bapa GMIM di semua aras.
2. Memberdayakan dan mengembangkan semua potensi yang dimiliki Pria/Kaum Bapa  GMIM secara terarah dan simultan, sehingga tercipta anggota Pria/Kaum Bapa yang maju, mandiri dan sejahtera.
3. Memperjuangkan  aspirasi dan kepentingan Pria/Kaum Bapa GMIM demi kehormatan, harkat, dan martabat sebagai anak bangsa yang merdeka dan berdaulat.
4. Meningkatkan dan memberdayakan sumber daya manusia demi peningkatan hidup dan kesejahteraan warga GMIM khususnya Pria/Kaum Bapa.
5. Mengembangkan usaha bersama dalam semua aspek kehidupan bermasyarakat.
6. Menciptakan produk-produk pokok pikiran yang disumbangkan kepada pemerintah.
Pasal 9
Tujuan PANJI YOSUA adalah:
1. Mengajak, merekrut dan menggerakkan anggota Pria/Kaum Bapa GMIM yang tidak aktif dalam pelayanan dan menjadikannya sebagai motor dalam pelayanan di semua aras.
2. Terwujudnya Pria/Kaum Bapa GMIM yang rajin membaca Firman, setia beribadah dan tekun berdoa dan menjadi contoh dan teladan dalam keluarga, jemaat, masyarakat, bangsa dan negara.
3. Mewujudkan Pria/Kaum Bapa GMIM yang aktif dalam setiap kegiatan pelayanan gereja baik untuk kategorial maupun jemaat.
4. Membantu dan melaksanakan penugasan komisi untuk meningkatkan persekutuan, kesaksian dan pelayanan, sekaligus dalam menanggulangi kemiskinan, kekerasan, radikalisme, kerusakan lingkungan serta mencegah dan menanggulangi penyakit sosial masyarakat.

BAB V
Bentuk, Sifat dan Fungsi
Pasal 10
PANJI YOSUA berbentuk organisasi sosial kemasyarakatan yang bernaung di bawah Komisi Pria/Kaum Bapa Sinode GMIM dan Gereja Masehi Injili di Minahasa sebagai induknya.
Pasal 11
PANJI YOSUA bersifat independen, terbuka dan tidak berafiliasi ke organisasi politik atau yang lain, kecuali di bawah Komisi Pelayanan Pria/Kaum Bapa Sinode GMIM dan GMIM sebagai induknya, serta berusaha untuk turut serta menjaga keutuhan, keamanan dan kenyamanan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pasal 12
PANJI YOSUA adalah organisasi sosial kemasyarakatan yang berfungsi mendinamisasikan pelayanan dan kepelayanan Pria/Kaum Bapa GMIM dalam semua aras dan ikut serta dalam proses pembangunan di segala bidang di dalam wadah NKRI.

BAB VI
Salam, Yel-yel, Semboyan dan Motto
Pasal 13
1. PANJI YOSUA memiliki Salam, yel-yel dan Semboyan atau Motto.
2. Salam sebagaimana dimaksudkan dalam ayat 1 adalah: ‘’Syalom’’, yang dijawab dengan: ‘’Damai di Hati’’
3. ‘’Syalom, I Yayat u Santi, Viva GMIM’’, dan atau yang lainnya sesuai dengan situasi, kondisi dan budaya serta karakteristik wilayah pelayanan GMIM tertentu.
4. Yel-yel sebagaimana yang dimaksudkan dalam ayat 1 adalah: ‘’Panji Yosua’’ yang dijawab dengan: ‘’Kibarkan’’.

BAB VII
Atribut
Pasal 14
Atribut PANJI YOSUA berupa:
1. Panji dan lambang/logo.
2. Seragam/kostum.
3. Pataka.
4. Mars dan Hymne
5. Panji, Pataka, Mars/hymne, Lambang, dan Seragam/Kostum sebagaimana dalam ayat 1 dan 2 adalah sebagaimana yang terlampir dalam Peraturan Organisasi Panji Yosua ini dan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dengan peraturan ini.

BAB VIII
Keanggotaan
Pasal 15
Keanggotaan PANJI YOSUA adalah sebagai berikut:
1. Anggota Biasa, yaitu semua anggota Pria/Kaum Bapa Sinode GMIM yang mau memberi diri dalam pelayanan Pria/Kaum Bapa di semua aras dan berbagai dimensi pelayanan kegerejaan dan kemasyarakatan.
2. Anggota Luar Biasa, yaitu mereka yang bukan anggota Pria/Kaum Bapa GMIM namun berada dalam satu azas kegerejaan dengan GMIM dan dianggap layak dan pantas menjadi anggota luar biasa.
3. Anggota Kehormatan, yaitu mereka yang bukan anggota Pria/Kaum Bapa GMIM namun berada dalam satu azas kegerejaan dan karena jabatan yang disandangnya berkaitan dengan perjuangan serta visi dan misi PANJI YOSUA.

BAB IX
Hak dan Kewajiban Anggota
Pasal 16
1. Setiap anggota mempunyai hak yang sama untuk memilih dan dipilih dalam kepengurusan, kecuali Penatua Pria/Kaum Bapa dan Komisi Pria/Kaum Bapa di semua aras.
2. Setiap anggota memiliki hak yang sama untuk menyampaikan usul, pertanyaan, dan kritik yang sehat serta konstruktif demi kemajuan organisasi.
3. Setiap anggota mempunyai hak yang sama mengadakan pembelaan dan pertanggung jawaban tugas yang dibebankan kepadanya, melalui alur organisasi.
4. Setiap anggota mempunyai hak dan kedudukan hukum yang sama, serta mendapatkan bantuan hukum dari organisasi.
Pasal 17
1. Setiap anggota mempunyai kewajiban memperjuangkan dasar, landasan, azas, tujuan dan program organisasi.
2. Setiap anggota mempunyai kewajiban mentaati panduan serta memegang teguh disiplin organisasi.
3. Setiap anggota mempunyai kewajiban untuk menjunjung tinggi nama dan martabat organisasi, serta mentaati semua peraturan yang dikeluarkan oleh organisasi, dan atau     pemimpin organisasi.
4. Setiap anggota berkewajiban mengabdi dan berpegang teguh pada sikap yang  menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan organisasi.
5. Setiap anggota wajib menjalankan dan mengamankan setiap kebijakan dan penugasan pimpinan organisasi dalam semua aras.

BAB X
Kedaulatan dan Kemitraan
Pasal 18
Kedaulatan organisasi dan atau pengambilan keputusan tertinggi organisasi berada di Komisi Pria/Kaum Bapa Sinode GMIM dan atau yang didelegasikan menurut tingkatannya di semua aras, dan dilaksanakan sepenuhnya oleh semua pimpinan dan anggota organisasi di semua aras, baik aras sinode, rayon, aras wilayah, aras jemaat, dan atau di rayon sesuai kebutuhan organisasi.
Pasal 19
Pengurus dan atau pimpinan Panji Yosua dapat menjalin kerjasama kemitraan dengan instansi, organisasi atau lembaga pemerintah maupun swasta untuk maksud tertentu sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku, dan harus dilakukan atas persetujuan Komisi Pria/Kaum Bapa GMIM di masing-masing aras.

BAB XI
Kekuasaan dan Struktur Organisasi
Pasal 20
Kekuasaan dan Pengambilan Keputusan
1. Komisi Pria/Kaum Bapa di semua aras merupakan pemimpin tertinggi dari organisasi yang dalam struktur menempati jabatan Penanggung jawab.
2. Penetapan keputusan Komisi Pria/Kaum Bapa untuk Panji Yosua ditetapkan melalui rapat Komisi Pria/Kaum Bapa di semua aras.
Pasal 21
Struktur Organisasi
1. Dalam melaksanakan tugas, PANJI YOSUA memiliki struktur organisasi sebagai berikut:
A. Aras Sinode.
I. Pembina.
II. Penasihat.
III. Penanggung jawab.
IV. Pengurus: Panglima, Wakil Panglima, Kepala Staff Sinode, Komandan Rayon.
V. Deputi-deputi:
1. Deputi Bela Negara.
2. Deputi Anti Teror dan Narkoba.
3. Deputi Mobilisasi Massa 4. Deputi Retorika dan Propaganda.
5. Deputi Politik, Hukum dan HAM.
6. Deputi Finansial dan Perbekalan.
7. Deputi Analisa dan Strategi.
8. Deputi Bina Mental Spiritual.
9. Deputi Pendidikan dan Latihan
B. Aras Wilayah
I. Pembina.
II. Penasihat.
III. Penanggung jawab.
IV: Pengurus: Komandan, Wakil Komandan, Kepala Staff Wilayah, Divisi-divisi sesuai dengan situasi dan kondisi wilayah masing-masing.
C. Aras Jemaat.
I. Pembina.
II. Penasihat.
III. Penanggung jawab.
IV: Pengurus: Komandan, Wakil Komandan, Kepala Staf Jemaat, dan Biro-biro sesuai dengan situasi dan Kondisi Jemaat.
2. Pembina yang dimaksudkan dalam struktur adalah Badan Pekerja Majelis di semua aras.
3. Penasihat yang dimaksudkan dalam ayat 1 adalah mantan Ketua Komisi Pria/Kaum Bapa dan atau anggota Pria/Kaum Bapa GMIM yang dituakan di semua aras.
4. Penanggungjawab yang dimaksudkan dalam ayat 1 adalah Komisi Pria/Kaum Bapa GMIM di semua aras yang memiliki kekuasaan tertinggi organisasi.
5. Jumlah pengurus di semua aras adalah 12 orang, dan khusus di aras sinode tidak termasuk komandan rayon.
6. Komandan di aras wilayah adalah Komandan Panji Yosua di setiap jemaat.
7. Organisasi di aras jemaat membentuk Pasukan Khusus yang diatur sebagai berikut:
a. Jemaat yang jumlah kolom 1-10 sebanyak 12 orang.
b. Jemaat yang jumlah kolom 11-20 sebanyak 24 orang.
c. Jemaat yang jumlah kolom 21 atau lebih sebanyak 48 orang.
d. Pasukan Khusus di setiap jemaat memiliki Komandan Pasukan Khusus.
8. Anggota Pasukan Khusus di aras wilayah adalah semua anggota pasukan khusus di aras jemaat.
9. Anggota Pasukan Khusus di aras sinode adalah anggota pasukan khusus di jemaat dan wilayah pelayanan GMIM.
10. Di aras wilayah dipilih seorang komandan pasukan khusus dan wakil komandan pasukan khusus oleh Komisi Pria/Kaum Bapa.
11. Pasukan Khusus akan dipilih dan diseleksi oleh Komisi Pria/Kaum Bapa di aras jemaat dengan penilaian khusus mencakup: fisik, semangat, mentalitas, pemberian diri, keimanan, dan lain lain sesuai kebutuhan.

BAB XII
Kepengurusan dan Periodisasi
Pasal 22
Pengurus dan atau pimpinan PANJI YOSUA dipilih dan ditetapkan dalam Rapat Komisi Pria Kaum/Bapa di semua aras.
Pasal 23
Dalam hal pergantian karena keadaan tertentu, maka Komisi Pria/Kaum Bapa di semua aras dapat menunjuk Pelaksana Tugas Sementara dan nanti dilakukan penunjukan/pengangkatan pada Rapat Komisi Pria/Kaum Bapa di semua aras.
Pasal 24
Panglima, komandan dan atau pengurus lainnya dari Panji Yosua adalah anggota Pria/Kaum Bapa GMIM dan bukan Ketua/Penatua Pria/Kaum Bapa atau anggota Komisi dalam semua aras.
Pasal 25
Struktur kepengurusan khusus untuk Divisi di aras wilayah dan Biro di aras jemaat dapat ditentukan oleh masing-masing, sesuai dengan kebutuhan, situasi dan kondisi, jemaat dan wilayah.
Pasal 26
Dewan Pengurus adalah pimpinan organisasi tertinggi (eksekutif) yang bertugas memimpin dan mengendalikan organisasi di semua aras dengan persetujuan Penanggung jawab.
Pasal 27
Periodisasi kepengurusan PANJI YOSUA di semua aras adalah sama dengan periodisasi pelayanan GMIM.

BAB XIII
PROGRAM KERJA
Pasal 28
1. Pengurus Organisasi PANJI YOSUA berkewajiban membuat program kerja organisasi untuk mencapai tujuan sebagaimana yang menjadi maksud pendirian organisasi.
2. Setiap tahun pengurus harus melaksanakan musyawarah dan atau rapat untuk menyusun program sesuai dengan kebutuhan.
3. Pimpinan organisasi dapat mengadakan musyawarah kerja sesuai dengan kebutuhan organisasi.

BAB XIV
PERTANGGUNGJAWABAN DAN EVALUASI
Pasal 29
Dalam semua kegiatannya, PANJI YOSUA bertanggung jawab kepada Komisi Pria/Kaum Bapa di masing masing aras, dan dilaksanakan dalam Rapat Komisi Pria/Kaum Bapa dan atau Konsultasi Pria/Kaum Bapa aras tersebut.
Pasal 30
1. Evaluasi dilakukan oleh Komisi Pria/Kaum Bapa di semua aras setiap semester dan atau setiap tahun
2. Pengurus dapat melakukan evaluasi tentang capaian hasil kegiatannya setiap tri wulan atau setiap semester dalam rapat atau musyawarah organisasi yang dipimpin oleh panglima atau pimpinan organisasi lainnya.
3. Anggota/pengurus PANJI YOSUA wajib melaksanakan semua program yang sudah disusun oleh pimpinan organisasi.

BAB XV
Musyawarah dan Rapat-rapat
Pasal 31
Dewan Pengurus dapat melaksanakan rapat-rapat dan atau musyawarah untuk:
1. Menyusun program.
2. Melakukan evaluasi program.
3. Membahas hal-hal yang mendesak atau hal-hal lain yang tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku.

BAB XVI
Keuangan Organisasi
Pasal 32
1. Keuangan Organisasi diperoleh dari:
a. Iuran Wajib Anggota
b. Sumbangan Anggota
c. Usaha-usaha yang sah yang tidak bertentangan peraturan yang berlaku.
d. Sumbangan-sumbangan yang sah dan tidak bersifat mengikat
2. Besaran Iuran Wajib Anggota diatur oleh Dewan Pengurus.
3. Inventaris yang dimiliki organisasi merupakan harta kekayaan organisasi.

BAB XVII
Perubahan dan Pembubaran
Pasal 33
Perubahan Panduan PANJI YOSUA ini, hanya dapat dilakukan oleh Komisi Pria/Kaum Bapa Sinode GMIM  melalui Konsultasi Tahunan Pria/Kaum Bapa di aras Sinode dan disahkan dalam Sidang Majelis Sinode Tahunan.
Pasal 34
Bahwa dalam hal organisasi ini dibubarkan, maka kekayaan organisasi diserahkan kepada Komisi Pria/Kaum Bapa di semua aras.

BAB XVIII
Penutup
Pasal 35
1. Hal-hal lain yang belum diatur dalam Panduan Panji Yosua Pria/Kaum Bapa GMIM ini akan diatur dalam ketentuan lain sejauh tidak bertentangan dengan panduan ini dan peraturan-peraturan lain yang di atasnya.
2. Panduan Panji Yosua Pria/Kaum Bapa GMIM ini disahkan dan berlaku sejak tanggal ditetapkan.                                                                                        

Ditetapkan di : Tomohon                                                                                              Pada Tanggal : 4 Juli 2015.
Komisi P/KB Sinode GMIM:
Ketua Pnt Ir Stefanus BAN Liow.
Sekretaris Pnt Herwyn Malonda MPd.

Mengetahui,
BPMS GMIM:
Ketua Pdt DR HWB Sumakul.
Sekretaris Pdt Hendry CM Runtuwene STh MSi.

Related

News Online 489662661939616573

Posting Komentar

emo-but-icon

Renungan

Undangan

Undangan

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Berlangganan Artikel Kami

Masukkan alamat email:

Tertarik Beriklan? Kami Sediakan Di sini...

Mau Beriklan??? Hubungi???...0811438088/085256409555/08124301190
item