Renungan Pelita P/KB GMIM, 7 – 13 Februari 2016

BUMI ADALAH CIPTAAN TUHAN
Kisah Para Rasul 17 : 22 – 34


Salam Sejahtera buat kita semua Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan Yesus.
Di dunia ini ada berbagai teori tentang terbentuknya Planet Bumi. Di antaranya teori kabut (nebula) dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755) dan Piere de Laplace (1796). Dikemukakan bahwa planet-planet tercipta dari gas yang menjadi dingin karena terpisah dari kumpulan besar di jagat raya; Kemudian, teori Planetesimal Hypothesis mengatakan bahwa bumi terbentuk dari gas yang  terpisah dalam putarannya mengelilingi matahari; Astronomi dari Inggris, Fred Hoyle pada tahun 1956 yang mengatakan bumi tercipta karena adanya ledakan bintang; dan masih banyak lagi perkiraan terciptanya bumi, termasuk mitos-mitos, legenda dan pandangan agama-agama.
Bagi agama Kristen, jelas bahwa Pencipta alam semesta, langit dan bumi adalah Tuhan Allah yang kita kenal dalam Yesus Kristus dan Roh Kudus. Sebagaimana yang disaksikan dengan jelas mulai dari kitab Kejadian 1 dan  2, dan seterusnya sampai Perjanjian Baru. Termasuk yang disaksikan oleh rasul Paulus ketika ia berada di kota Atena yang sangat beragam adat istiadat dan kepercayaan mereka yang menyembah dewa-dewa dengan kuil-kuil buatan tangan manusia.
Paulus, ketika ia berdiri di Areopagus (dalam naskah Alkitab Yunani: Areion Pagon/Areios Pagos =  bukit Ares, dewa perang Yunani),  sebuah bukit yang dianggap tempat dewan bermusyawarah, ia mengatakan bahwa di mezbah penyembahan orang Atena ada tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Paulus mengatakan dengan berani bahwa Allah yang tidak dikenal itu, Dialah Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, yang tidak diam dalam kuil-kuil buatan manusia.
Ungkapan Paulus ini, dengan jelas mengekspresikan adanya pengakuan iman bahwa Pencipta langit dan bumi serta isinya adalah Tuhan Allah yang tidak dibuat oleh tangan manusia. Bahwa Tuhan Allah memberi hidup dan nafas kepada semua orang. Dengan demikian menggingatkan kita bahwa dunia ini tidak terjadi dengan kebetulan, tetapi dalam rancangan Allah. Oleh sebab itu, janganlah kita ragu dan terombang-ambing dengan berbagai teori, mitos dan ajaran-ajaran yang menyimpang.
Selanjutnya janganlah kita memper-ilah ciptaan atau harta benda duniawi atau percaya kepada ilah lain, opo-opo, seperti yang banyak dilakukan oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah. Tetapi juga yang sering dilakukan oleh sebagian orang percaya yang tidak kuat imannya ketika mengalami masalah hidup dan sakit-penyakit. Allah yang kita imani adalah Allah yang telah menjadikan bangsa-bangsa untuk mendiami bumi ini dengan musim-musim dan batas-batas kediaman manusia dengan maksud supaya kita mencari dan menemukan Dia. Artinya bahwa bumi dengan segala hasilnya adalah sarana atau petunjuk yang diberikan Allah kepada manusia agar manusia mencari dan menemukan Allah.
Oleh sebab itu adalah suatu penyimpangan jika orang yang  menikmati bumi dan segala hasilnya kemudian melupakan siapa Sang Pencipta dan apa maksud pemberian ciptaan-Nya kepada manusia. Misalnya orang mengeksploitasi bumi ini tanpa mengelolanya sebagai tanda hormat kepada Tuhan. Atau ketika telah memiliki kekayaan dari bumi ini, lantas melupakan Tuhan yang mengaruniakannya.
Dari bagian Alkitab ini, kita bisa belajar bahwa manusia adalah keturunan Allah juga, yang tidak sama dengan emas, atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia. Ini adalah zaman kebodohan sehingga manusia harus bertobat. Hal ini menjadi pokok pengajaran Paulus sekalipun diejek karena mengimani bahwa pada suatu saat Tuhan Allah akan menghakimi dunia melalui Yesus yang dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Dan ini mengakibatkan beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionisius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain yang bersama-sama dengan mereka.
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan.
Sebagai Pria/Kaum Bapa GMIM, dalam kapasitas sebagai pria, suami, ayah dan kepala keluarga, tentu kita sangat berterima kasih kepada Tuhan karena melalui firman-Nya, kita dapat mengenal siapa Allah kita,  dan bumi serta manusia adalah ciptaan-Nya. Oleh sebab itu,  mari kita olah dan lestarikan bumi ciptaan-Nya ini. Janganlah kita menyembah illah lain, tetapi marilah kita melakukan apa yang benar di mata Tuhan menghadapi penghakiman-Nya dan baiklah kita boleh bersaksi melalui perkataan dan perbuatan, mulai dari dalam keluarga, jemaat dan masyarakat, supaya banyak orang yang mau bersekutu dan menjadi percaya kepada Tuhan Allah kita dalam Yesus Kristus.  Amin.

Pertanyaan Untuk PA:
1.      Apa maksud Allah menciptakan langit dan bumi untuk manusia ?
2.      Sebutkanlah berbagai perilaku yang merusak bumi serta sebab dan akibatnya? Dan apa yang perlu kita lakukan untuk memelihara dan mengolah bumi ini? Berikan contoh peran tindakan nyata kita selaku gereja dan Pria/Kaum Bapa GMIM dimulai keluarga.

Related

Renungan 603146268455228264

Posting Komentar

emo-but-icon

Renungan

Undangan

Undangan

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Berlangganan Artikel Kami

Masukkan alamat email:

Tertarik Beriklan? Kami Sediakan Di sini...

Mau Beriklan??? Hubungi???...0811438088/085256409555/08124301190
item