Renungan Pelita, 10 – 16 Januari 2016


ANGKATLAH SI MISKIN DARI LUMPUR DAN JANGAN MEMANDANG MUKA

1 Samuel 2 : 8 – 9 ; Yakobus 2 : 5 – 11

Saudara-saudaraku yang kekasih dalam Tuhan.
Bagian doa Hana ini mengandung ucapan syukur dan keyakinan yang kuat akan tindakan kasih setia TUHAN. Mengapa Hana begitu bergembira dan nampak meluap-luap menyampaikan isi hatinya kepada TUHAN? Bila kita simak, kisah hidup yang dilalui dan dialami Hana sebagai seorang perempuan dan isteri yang tadinya ditekan dan tertekan, dihina dan terhina, pada akhirnya mendapatkan belas kasihan TUHAN. Di tengah tekanan dan hinaan dari Penina, ia tetap memasrahkan diri, berpaut kepada TUHAN. Ia tidak kehilangan pegangan hidup yaitu percaya kepada TUHAN. Kenyataan menyedihkan yang dialaminya tidak membuat Hana bersungut-sungut atau menjauh daripada TUHAN.
Dalam doanya, Hana memuji TUHAN yang Mahakuasa, pengasih dan adil. Sebab TUHAN peduli dan mengerti keberadaannya serta TUHAN memberikan apa yang diinginkan hatinya. TUHAN mengangkatnya dari kehinaan menjadi seorang perempuan, isteri dan ibu yang terhormat. Hana yang mandul, atau di mata manusia, ia tidak dapat mengandung dan melahirkan anak, pada kenyataannya sanggup diubahkan oleh TUHAN. Hana memperoleh belas kasihan TUHAN. Bahkan ia dikaruniai seorang anak laki-laki, yang dinamainya Samuel. TUHAN memulihkan segala kepedihan atau kesengsaraan yang menekan hatinya. Bahkan sesuai nazarnya, Samuel menjadi sangat berharga untuk mengabdi kepada TUHAN seumur hidupnya. TUHAN mendengar dan menjawab doa Hana, bahkan membuat dirinya terpuji, mulia dan terhormat.
Tindakan TUHAN adalah tindakan kasih untuk membawa setiap orang agar mengenal kasih-Nya dan mempraktikkan kasih itu. Tindakan kasih setia TUHAN kepada Hana merupakan salah satu contoh kenyataan di mana TUHAN menolong umat-Nya yang ditekan dan tertekan, Tuhan menolong umat-Nya yang dihina dan terhina. TUHAN Maha mendengar dan mengerti atas orang-orang yang sedang bergumul dan mengharapkan tindakan kasih-Nya. Sungguh tak ada yang mustahil di hadapan TUHAN. Bila kita ikuti lebih lanjut kisah ini, ternyata anak yang diberikan TUHAN kepada Hana, yakni Samuel, diproses dan disiapkan oleh TUHAN menjadi nabi-Nya  (1 Sam. 3:20). Terlepas dari nazar Hana, ini adalah rangkaian dan proses dari karya rancangan TUHAN dalam perjalanan umat-Nya.
Saudara-saudaraku yang diberkati Tuhan.
TUHAN adalah pengasih dan adil, sebab itu kita pun harus saling mengasihi dan bertindak adil satu sama lain. Tindakan kasih dan keadilan-Nya akan berlaku kepada setiap orang. Semua ketetapan, hukum, aturan, firman yang diberikan oleh TUHAN adalah cara TUHAN mengasihi umat manusia. Pada dasarnya, TUHAN tak mau manusia mendapatkan penghukuman, sengsara, apalagi binasa. Sebaliknya TUHAN menghendaki manusia kepunyaan-Nya hidup baik adanya, selamat dan sejahtera. Semua hukum TUHAN tercakup pada ajaran Kristus, yaitu supaya kita mengasihi TUHAN Allah dengan segenap hati, dan mengasihi sesama seperti diri sendiri.
Sebab itu inti bacaan dalam Yakobus hendak mengajarkan dan mengingatkan orang-orang Kristen untuk saling mengasihi; bukan pilih kasih; jangan memandang muka, apalagi berpihak pada orang-orang yang tidak percaya kepada TUHAN, atau orang-orang yang hanya mengandalkan kekuatannya, kekuasaannya, kekayaan dan kehormatannya. Justru, kita diminta untuk memberikan perhatian khusus kepada orang-orang yang miskin, yang tertindas, yang diperlakukan tidak adil dan sebagainya. Kita berdosa kepada TUHAN dan terhadap iman kita, bila kita ternyata mengabaikan atau bahkan merendahkan orang-orang yang tak berdaya, dan hanya memperhatikan orang-orang yang di mata kita “terhormat”, “terpandang”, “berkuasa” dan sebagainya. Sekali lagi firman mau mengingatkan kita agar jangan memandang muka.
Kita harus sadar dan mengingat selalu, bahwa kita yang tadinya juga dianggap miskin oleh dunia telah dibuat oleh TUHAN menjadi kaya di dalam iman dan menjadi ahli waris kerajaan-Nya. Oleh karena itu kita harus selalu tahu diri dan sadar diri, jangan menjadi “kacang lupa kulitnya”. Kita jangan melupakan siapa diri kita yang telah dipilih untuk diselamatkan. Bukan karena kita, atau kekuatan kita, melainkan karena TUHAN yang mengasihi kita.
Saudara-saudaraku Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan.
Perenungan firman ini, kiranya makin menggugah hati dan pikiran kita akan perhatian, kepedulian dan tindakan kasih setia TUHAN kepada orang-orang yang berpaut kepada-Nya, kepada orang-orang yang tak berdaya oleh karena direndahkan, diperlakukan tidak adil dan mengalami tekanan dan sengsara. Bila kita tidak mengikuti contoh tindakan kasih setia Allah ini, maka kita berdosa. Belajar dari apa yang dialami Hana, bahwa ia yang mendapatkan belas kasihan Tuhan merasakan sukacita yang besar, maka betapa bahagianya kita juga, ketika kita dapat menolong sesama yang membutuhkan uluran tangan kasih kita dan mereka pada akhirnya mengalami sukacita.
Demikian halnya kita sebagai Pria/Kaum Bapa GMIM. Setiap hari, kita hendaknya selalu berada dalam kesadaran dan motivasi iman bahwa TUHAN selalu peduli dan mengerti akan keberadaan hidup kita. Kesadaran dan motivasi iman berarti kita setiap hari berdoa, bersyukur dan berharap akan pemeliharaan kasih TUHAN. Selanjutnya kita menyatakan iman kita lewat perbuatan-perbuatan yang nyata; teguh memelihara iman di dalam perjuangan hidup dan berbagai-bagai pergumulan. Sebab orang yang bertahan dalam pencobaan, tahan uji, yang tetap kokoh dalam iman akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan TUHAN (Yak. 1:12).
Seiring dengan itu, iman dan perbuatan yang hidup diwujudkan dengan mengulurkan tangan kita kepada sesama yang membutuhkan pertolongan, baik untuk kehidupan rohani maupun jasmani yang diperkenankan TUHAN. Baiklah kita yang diberkati tergerak hati untuk membantu sesama yang tidak berdaya; yaitu antara lain orang-orang yang miskin; orang-orang yang diperlakukan tidak adil; anak-anak yatim, piatu, janda, duda yang membutuhkan perhatian. Kita saling menguatkan dan menghibur, baik dalam suka maupun duka. Kita saling menghargai dan menghormati, bukan saling merendahkan apalagi menjatuhkan. Amin
Pertanyaan untuk PA:
1.      Dari dua bacaan ini, apa saja pesan firman yang dapat kita petik, termasuk berkaitan dengan tema Angkatlah si Miskin dari Lumpur dan Jangan Memandang Muka?
2.      Apa dan bagaimana tindakan konkrit gereja dan Pria Kaum Bapa terhadap orang-orang miskin, orang-orang yang tak berdaya dan sebagainya?

Related

Renungan 70079546653513128

Posting Komentar

emo-but-icon

Renungan

Undangan

Undangan

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Berlangganan Artikel Kami

Masukkan alamat email:

Tertarik Beriklan? Kami Sediakan Di sini...

Mau Beriklan??? Hubungi???...0811438088/085256409555/08124301190
item