Pelita, 17 – 23  Januari 2016

MESKI MISKIN NAMUN KAYA DALAM KEMURAHAN
2 Korintus  8 : 1 – 9

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan.
Sebagai orang beriman, tentu kita sangat bersyukur kepada Tuhan karena oleh perkenan-Nya, kita berada di tahun baru 2016 sebagai tahun rahmat Tuhan bagi kita sekalian. Pasti banyaklah berkat Tuhan yang disiapkan-Nya di sepanjang tahun ini. Tetapi juga, tak dapat dipungkiri bahwa banyaklah tantangan yang harus kita hadapi. Salah satunya adalah kemiskinan. Kemiskinan adalah suatu keadaan di mana orang tak dapat memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya. Serba terbatas, berkekurangan dan sangat memprihatinkan dan hidup dalam penderitaan.
Sebagaimana kita tahu bahwa kemiskinan adalah tanggung jawab semua orang, setiap anak bangsa termasuk setiap warga gereja, yang di dalamnya Pria/ Kaum Bapa, tidak terkecuali. Tetapi dalam realita kenapa banyak orang tidak peduli terhadap orang miskin? Apakah karena mereka miskin? Atau karena mereka tidak melihat adanya orang miskin di sekitar mereka? Atau karena mereka tidak memiliki motivasi untuk menolong orang miskin? Dan masih banyak lagi pertanyaan kenapa banyak orang tidak peduli, bahkan justru mengambil keuntungan dari kemiskinan orang lain. Juga, pasti sangat banyak jawaban yang akan bermunculan sebagai alasan orang untuk tidak memberi perhatian kepada orang miskin. Oleh sebab itu mari kita belajar dari bagian Alkitab ini.
Pertama, keadaan dicobai, menderita dan miskin bukanlah penghalang untuk bersukacita dan membantu orang lain, sebagaimana jemaat Makedonia. Mereka adalah orang-orang yang sedang dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, tapi sukacita mereka meluap. Mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan dan mereka suka memberi, melebihi kemampuan mereka.
Dapat diamini bahwa sukacita ternyata berbeda dengan senang. Kalau senang ditentukan oleh sikon (situasi dan kondisi). Kalau orang merasa sehat, kebutuhan terpenuhi, tidak ada pergumulan, pasti akan merasa senang. Tetapi jika kondisi sebaliknya yang dialami, pasti tidak akan merasa senang. Sedangkan kalau sukacita, tidak ditentukan oleh sikon. Di kala orang sehat atau sakit, terpenuhi kebutuhan atau tidak, ataupun berhadapan dengan berbagai penderitaan, ia dapat bersukacita. Kenapa? Karena sukacita menunjukkan adanya kualitas iman.
Demikian pula sekalipun orang hidupnya sangat miskin, jika mempunyai kualitas iman yang baik, ia bahkan tidak hanya hidup untuk diri sendiri, tapi juga hidup untuk orang lain, termasuk membantu orang miskin lainnya sesuai kemampuan bahkan melampaui kemampuannya.
Sebagai orang Kristen, tidak ada alasan untuk tidak menolong orang yang miskin. Sedangkan orang miskin dapat menolong orang miskin lainnya, apalagi orang yang kaya. Jadi kalau ada orang yang tidak menolong orang miskin lainnya, apalagi kalau orang kaya tidak mau menolong orang miskin, bukan berarti karena mereka miskin atau tidak berkecukupan, tapi itu karena mereka tak mau menolong, pelit, ‘koncudu”,  dan tidak mau tahu dengan orang lain.
Hal kedua yang dapat kita pelajari dari bagian Alkitab ini adalah mengenai motivasi memberi. Kenapa jemaat-jemaat Makedonia suka membantu sekalipun mereka adalah orang-orang yang sangat miskin? Mereka melakukan itu karena memahami bahwa memberi itu adalah karunia Tuhan. Jadi bukan hanya menerima sesuatu dilihat sebagai karunia, tetapi memberi sesuatu kepada orang lain adalah juga karunia, yakni karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan bersama Paulus maupun dengan jemaat di Yerusalem dalam keadaan hidup mereka. Tetapi hal yang lebih dalam lagi adalah karena mereka memberi diri mereka, pertama-tama kepada Allah dan selanjutnya bersama-sama dengan Paulus.
Motivasi seperti itulah yang perlu kita miliki, bahwa memberi adalah bagian dari karunia Allah supaya kita bisa mengambil bagian dalam pelayanan. Jadi yang namanya pelayanan bagi Tuhan, bukan nanti ketika kita dapat berhotbah atau melakukan pekerjaan-pekerjaan yang besar, yang dapat dilihat dan dipuji oleh orang lain. Memberi dari apa yang ada pada kita, sesuai kemampuan apalagi melampaui kemampuan kita, yang didasarkan pada kasih, pertama-tama kepada Allah dan kemudian kepada manusia, kita telah melakukan perkara-perkara yang besar. Ingat ungkapan bijak mengatakan, kita mungkin tidak dapat melakukan perkara-perkara yang besar, tetapi kita dapat melakukan perkara-perkara kecil dengan kasih yang besar. Inilah yang dilihat Tuhan. Bukan soal besar kecilnya suatu pekerjaan dan pemberian, tetapi hati yang mengasihi Allah dan mengasihi orang lain. Itulah yang utama dan terpenting.
Selanjutnya, hal yang ketiga adalah belajarlah kepada orang lain terutama kepada Yesus. Paulus mengangkat jemaat Makedonia sebagai contoh untuk menggugah jemaat di Korintus supaya mereka ikhlas dalam kasih. Terlebih karena mereka telah mengenal Yesus yang telah menjadi miskin supaya orang percaya menjadi kaya dalam kemiskinan-Nya. Demikian kita diajar, mari lihatlah di sekeliling kita, banyak orang miskin yang suka menolong orang miskin lainnya, mengapa kita tidak melakukan hal itu? Dan hal prinsip utamanya adalah, karena Kristus telah melakukan itu buat kita supaya kita menjadi kaya dalam kemurahan, maka marilah kita menunjukkan kemurahan itu kepada orang lain sebagai karunia Tuhan buat kita semua.
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan.
Memperhatikan, menolong atau peduli kepada orang lain, ternyata tidak dapat dan tidak boleh dibatasi dengan keadaan apapun, baik aniaya, penderitaan dan keadaan yang sangat miskin. Sekalipun kita miskin, mari kita menjadi kaya dalam kemurahan. Lihatlah banyak orang miskin di sekitar kita. Mari kita ambil bagian dalam karunia pelayanan melalui memberi kepada orang-orang yang miskin sambil bersyukur kepada Tuhan Yesus Kepala Gereja yang telah memberi diri-Nya menjadi miskin supaya kita menjadi kaya dalam kemiskinan-Nya. Amin.
Pertanyaan untuk PA:
1.      Kenapa jemaat Makedonia suka memberi walaupun mereka sangat miskin?
2.      Apa saja alasan yang sering muncul sehingga banyak warga gereja tidak memperhatikan orang miskin?
3.      Apa yang perlu kita lakukan untuk menanggulangi kemiskinan di tengah keluarga, jemaat dan masyarakat?

Related

Renungan 6008990714985400965

Posting Komentar

emo-but-icon

Renungan

Undangan

Undangan

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Berlangganan Artikel Kami

Masukkan alamat email:

Tertarik Beriklan? Kami Sediakan Di sini...

Mau Beriklan??? Hubungi???...0811438088/085256409555/08124301190
item