Pelita, 20 – 26 Desember 2015 (Minggu Adven IV)

YESUS KRISTUS TERANG DUNIA
Mazmur  27 : 1 – 4 ; Yohanes  8 : 12 – 14

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan.
Tak terasa, kita telah berada di bulan terakhir tahun 2015 yakni bulan Desember dan lebih khusus lagi dalam perayaan gerejawi kita berada di Minggu Adven IV. Itu berarti sebentar lagi, atau tinggal beberapa hari lagi kita akan merayakan Natal Yesus Kristus. Pertanyaan awal kita saat ini adalah apakah kita telah menetapkan hati untuk melakukan sesuatu di Minggu Adven ini untuk menyambut Natal Yesus Kristus? Pertanyaan ini sangat penting untuk kita jawab supaya perayaan Minggu Adven dan perayaan Natal nanti tidak berlalu begitu saja sebagai perayaan rutin tanpa membawa pembaruan dalam hidup kita. Kalau begitu apa yang perlu kita lakukan? Mari kita belajar dari bagian Alkitab ini.
Pertama, buatlah pengakuan bahwa Tuhan adalah terang hidup kita. Hal ini dilakukan oleh pemazmur. Ia memiliki banyak hal yang bisa diandalkan, tetapi ia mengakui bahwa Tuhanlah terang hidupnya, termasuk ketika mengalami pergumulan karena banyak orang yang memusuhinya. Oleh sebab itu, ia tidak takut, tidak gemetar bahkan kalau ada orang-orang yang memusuhinya, mereka sendirilah yang akan tergelincir dan jatuh. Memang, membuat pengakuan bahwa Tuhan adalah terang hidup, tidaklah mudah karena banyak orang ketika mengalami banyak tantangan dan pegumulan, bukannya mengandalkan Tuhan, malah mengandalkan teman, mengandalkan harta kekayaan, jabatan, pengetahuan, ketrampilan dan sebagainya. Bahkan ada yang mengandalkan ilah-lain, opo-opo, ramalan dan kekuatan duniawi lainnya. Membuat pengakuan bahwa Tuhan adalah terang hidup berarti mengijinkan Tuhan menerangi, dalam arti “mengendalikan” pikiran, perasaan dan kemauan hidup kita supaya kita tidak mengikuti kehendak diri sendiri serta berbagai keinginan duniawi lainnya, tetapi hanya mengikuti kehendak Tuhan.
Membuat pengakuan bahwa Tuhan adalah terang hidup, mengekspresikan keberanian untuk menghadapi hari esok walaupun banyak tantangan, cobaan dan godaan yang dibayang-bayangi oleh kegelapan, tidak hidup mengambil bagian dalam cara hidup kegelapan. Dalam Galatia 5:19-21, perbuatan kegelapan disebut sebagai perbuatan daging seperti: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Selanjutnya, hal kedua yang perlu kita lakukan adalah buatlah tekad untuk tinggal di rumah Tuhan seumur hidup. Tinggal di rumah Tuhan bukan berarti kita pindah tempat tinggal di gedung gereja. Ini adalah ungkapan kiasan pemazmur untuk menyatakan kerinduannya untuk terus beribadah dan terikat dengan bait Allah dalam setiap aktivitas sehari-hari, sambil menikmati berkat yang didapatkan dari dalamnya. Membuat tekad seperti pemazmur, tentu saja tidak semudah membalikkan telapak tangan, apalagi di lingkungan P/KB GMIM. Fakta menunjukkan bahwa Pria/Kaum Bapa begitu minim atau kurang kehadirannya dalam ibadah-ibadah, baik di kolom, jemaat dan katergorial, apalagi di saat-saat menjelang Natal, banyak kesibukan untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehingga ibadah-ibadah bersama, termasuk di gedung gereja terabaikan. Dengan demikian saat-saat seperti ini marilah kita bertekad untuk menjadi P/KB yang suka beribadah, dan dalam setiap tindakan diterangi dengan kebenaran Firman yang didapat dalam ibadah-ibadah termasuk dari dalam ibadah di gedung gereja.
Jika kita menghubungkan kedua bagian bacaan Alkitab ini, maka pengakuan pemazmur dalam Perjanjian Lama, digenapi dalam Yesus, bahwa Tuhan Allah dalam Yesus Kristus adalah terang dunia. Hal inilah yang dikatakan Yesus: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikutAku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." Perkataan Yesus bahwa Akulah terang dunia, memberi arti bahwa Dia adalah Allah yang memberikan terang bagi dunia. Dunia diartikan dalam berbagai aspek yakni, sosial, ekonomi, politik, budaya dan dalam hidup beragama. Artinya, tanpa kehadiran Yesus, maka semua aspek hidup dalam dunia ini akan mengalami kegelapan, dalam arti hidup dalam kejahatan, penderitaan dan hidup dalam dosa yang mendatangkan maut dan kebinasaan.
Kalau dalam bagian Alkitab pertama bacaan kita, pemazmur mengungkapkan tekadnya untuk tinggal dan mendengar Tuhan di bait-Nya yang kudus, maka di bagian Alkitab yang kedua, Yesus mempertegas hal itu dengan mengatakan bahwa orang yang mengakui serta mengikuti-Nya tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan mempunyai terang hidup. Hal ini bukan hanya penegasan, tetapi juga mengandung perintah untuk dilakukan oleh orang-orang yang percaya kepada-Nya, sekalipun di tengah orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus.
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan.
Di Minggu Adven yang keempat ini, di tengah kesibukan menjelang perayaan Natal, marilah kita memastikan bahwa sebagai Pria/Kaum Bapa, kita adalah pria, suami, ayah dan kepala keluarga yang percaya sungguh-sungguh kepada Tuhan. Tidak mudah goyah dan tergoda dengan ilah lain, sekalipun dengan tawaran jabatan dan harta benda lainnya. Juga mari kita bertekad menjadi orang-orang yang suka beribadah, dan lebih daripada itu, kita tidak akan terlibat dalam perbuatan-perbuatan kegelapan. Tidak akan menghalalkan segala cara untuk memenuhi berbagai kebutuhan, tidak terlibat pada perilaku mabuk, perjudian, seks bebas dan tindakan kejahatan lainnya. Biarlah kita hidup dalam terang dan melakukan segala sesuatu yang berkenan kepada Tuhan sebagai orang-orang yang percaya kepada-Nya. Terpujilah nama Tuhan. Amin.
Pertanyaan untuk diskusi :
1.      Apa yang perlu dilakukan orang percaya, jika mengakui bahwa Tuhan adalah Terang dalam kegelapan, sesuai dengan kedua teks bacaan ini?
2.      Adakah perilaku-perilaku kegelapan yang sering terlihat di masa Adven dan perayaan Natal? Apakah yang harus kita lakukan supaya hal-hal itu tidak terjadi dalam keluarga, jemaat dan masyarakat?

Related

Renungan 9159035353450477925

Posting Komentar

emo-but-icon

Renungan

Undangan

Undangan

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Berlangganan Artikel Kami

Masukkan alamat email:

Tertarik Beriklan? Kami Sediakan Di sini...

Mau Beriklan??? Hubungi???...0811438088/085256409555/08124301190
item