Pelita, 13 – 19 Desember 2015 (Minggu Adven III)



TIDAK ADA YANG TERSEMBUNYI
Mikha 7 : 7 – 8 ; 1 Korintus 4 : 1 – 5

Sobat Pria Kaum Bapa yang kekasih di dalam Kristus.
Di hadapan Tuhan, tidak ada yang tersembunyi. Ungkapan ini menjadi pengakuan iman kita kepada Tuhan yang Mahatahu. Apapun terbuka di hadapan-Nya. Semua berada di dalam kendali pengetahuan-Nya. Ia mengetahui setiap masa dan zaman, peristiwa dan kejadian. Ia adalah Tuhan atas masa yang lalu, masa kini dan masa depan kita. Di dalam kemahatahuan Tuhan itulah, manusia memohon bimbingan-Nya agar dapat menjalani kehidupan dengan benar, beriman dan bijaksana. Tanpa Tuhan, manusia tidak dapat mengalami kepenuhan hidup, bahkan cenderung salah langkah dan bisa tersesat. Manusia mengambil jalannya sendiri dan bertindak sekehendak hatinya. Akibatnya “panggung sejarah” manusia diisi dengan berbagai kejadian pemberontakan manusia terhadap Allah.
Ketika keadaan menjadi tidak terkendali, dosa dan kejahatan merajalela, hadirlah para nabi termasuk nabi Mikha, yang menyampaikan suara kebenaran Allah. Nabi mengecam segala bentuk dosa yang dibuat secara pribadi maupun sebagai bangsa. Di antaranya, dosa ketidakadilan yang dilakukan dalam bentuk penindasan kepada yang miskin, anak-anak yatim dan janda, serta maraknya korupsi di banyak bidang kehidupan. Dosa-dosa tersebut merusak sendi-sendi kehidupan umat yang seharusnya men-ciri-kan masyarakat yang berdamai sejahtera. Keadaan ini menjadi masa penuh kegelapan.
Nabi sungguh meratapinya dengan sedih, tetapi ia tidak kehilangan pengharapan untuk menantikan pertolongan dan keselamatan dari  Tuhan Allah. Ia yakin Tuhan mendengar seru doanya. Kemenangan yang didapat para musuhnya bersifat semu dan sementara. Tuhan tetap mengendalikan segala sesuatu. Karena itu dengan yakin nabi berkata, “...Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku” (Mikha 7:8). Tuhan yang Maha tahu adalah juga yang Maha adil. Di dalam keadilan-Nya, Ia melaksanakan pemerintahan-Nya atas segenap ciptaan-Nya. Dan di dalam pemerintahan-Nya, Ia memercayakan pelayanan itu kepada manusia yang dipanggil dan dipilih-Nya.

Sobat P/KB yang dikasihi dan mengasihi Tuhan.
Ketika rasul Paulus melayani jemaat Korintus yang memiliki segudang permasalahan sekitar pelayanan jemaat; munculnya berbagai ajaran, adanya pandangan yang meragukan kerasulannya, muncul kelompok-kelompok jemaat berdasarkan tokoh, dan beberapa masalah lainnya, maka ia menjelaskan bagaimana seharusnya jemaat memandang posisinya, yakni sebagai hamba Kristus yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. Sebagai hamba-hamba Allah yang memikul tanggungjawab besar di ladang pelayanan-Nya, mereka dituntut untuk dapat dipercayai. Jadi para rasul bukanlah hamba jemaat atau hamba siapapun, melainkan hamba Allah yang akan dihakimi oleh Allah pada suatu waktu.
Selanjutnya, Paulus yang mulai “dihakimi” oleh jemaat yang tidak menyukainya merasa perlu untuk mengutarakan sikapnya. Bahwa ia lebih memikirkan pengadilan Allah daripada bentuk penghakiman yang dijalankan manusia. Artinya, hati, pikiran dan pelayanannya diarahkan kepada Allah sendiri, sebab di dalam Dia, tidak ada yang tersembunyi. Kata rasul Paulus dalam 1 Korintus 4:5: “Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.”

Sobat pria Kaum Bapa yang kekasih di dalam Kristus.
Di Minggu Adven III ini, kita merenungkan bagaimana Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus senantiasa berkarya melalui dan di dalam hati kita manusia. Kita memang sedang berada dalam berbagai kemeriahan pesta iman menyambut Natal Yesus Kristus, sambil terus diingatkan tentang Dia yang akan datang kembali di akhir zaman dalam kemuliaan-Nya. Kita merenungkan kuat kuasa-Nya yang sanggup menerangi segala sesuatu, sebab di dalam Dia, tidak ada yang tersembunyi. Ketika saatnya datang, di hadapan terang Kristus, setiap manusia akan mempertanggungjawabkan totalitas kehidupan yang telah ditunaikan di dunia ini.
Sebab itu, sebagai Gereja, dan khususnya Pria/Kaum Bapa GMIM, kita diajak untuk mengedepankan peran kenabian dan kehambaan di tengah kehidupan, pekerjaan dan pelayanan kita. Peran kenabian menunjuk pada usaha menyuarakan dan memberitakan kebenaran serta melakukan perkara-perkara kebenaran. Kita membangun hidup yang sejalan dengan keadilan Allah, mendirikan damai sejahtera, menjauhi segala bentuk kefasikan dan kesia-siaan hidup. Kita tidak hanya prihatin mendengar dan menyaksikan berlangsungnya “kegelapan” dunia, tetapi juga bersedia mengambil langkah konkrit, turut mengatasinya sesuai pengutusan Tuhan di ladang kerja, profesi kita masing-masing.
Dalam peran kehambaan, kita diajak menjadi hamba yang setiawan. Hati dan pikiran kita selalu ditawan di bawah terang kehendak Yesus Kristus, Tuhan kita. Milikilah kerendahan hati dan ketergantungan penuh kepada Dia yang memercayakan peran pelayanan kepada kita. Sambil ingatlah selalu tujuan besar dari tugas kehambaan yang dicatat dalam Lukas 2:14: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya".
Disadari, tantangan yang dihadapi P/KB dewasa ini, bukannya makin ringan tetapi sebaliknya makin berat. Kita berhadapan dengan kompleksitas atau rupa-rupa masalah yang memerlukan kajian akal, tetapi terlebih harus dilandasi iman yang teguh. Dari sana kita membangun kebersamaan mengatasi problematika dan berbagai penyakit masyarakat. Kita percaya, kita tidak bekerja sendiri. Tuhan yang Mahatahu melihat yang kita lakukan. Ia melihat semuanya. Iapun senantiasa berkenan memberi kita kekuatan mengatasinya. Amin.

Pertanyaan untuk PA:
1.      Jelaskan kondisi “kegelapan” pada zaman nabi Mikha, dan bagaimana ia mengatasinya menurut bacaan Mikha 7:7-8?
2.      “Di dalam Tuhan tidak ada yang tersembunyi”. Apa makna kalimat tersebut dihubungkan dengan bacaan 1 Korintus 4:1-5?
3.      Bagaimana seharusnya kita menjalani masa Adven ini sehubungan tema renungan: Tidak Ada yang Tersembunyi?
Apa maksud “Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya”(Yohanes 1:5)?
3.      Berkaitan dengan tema di atas, apa tugas atau peran kita sebagai warga gereja, termasuk selaku Pria/Kaum Bapa?

Related

Renungan 9050510457472565297

Posting Komentar

emo-but-icon

Renungan

Undangan

Undangan

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Berlangganan Artikel Kami

Masukkan alamat email:

Tertarik Beriklan? Kami Sediakan Di sini...

Mau Beriklan??? Hubungi???...0811438088/085256409555/08124301190
item