Pdt Eva: Orang Kristen Sekarang Percaya, Tapi tak Sepenuhnya

Pdt Eva Mononimbar-Lombok STh, Pnt Sherly Mewengkang-Najoan foto bersama usai ibadah Pohon Terang W/KI GMIM Eben Heazer Bumi Beringin

WANITA Kaum Ibu (W/KI) GMIM Eben Heazer Bumi Beringin mengadakan ibadah pra natal bertempat di gedung gereja, Sabtu (13/12), pukul 17.30 wita.

Pada kesempatan itu Pdt Eva Mononimbar-Lombok STh menjadi khadim dan mengambil perenungan firman Tuhan dalam Yohanes 4:46-54.

Pendeta Eva mengatakan, kita sering mendengar orang berkata 'Kalo kita blum lia, kita blum percaya', itulah yang sering dilontarkan orang-orang serta wanita kaum ibu. Memang diakui bahwa seseorang belum yakin terhadap sesuatu hal yang mustahil tanpa dilihat lebih dulu.

Hal inilah yang ada dalam pikiran pegawai istana yang meminta Yesus untuk datang kepadanya. Dia sempat mendengar bahwa Yesus datang di kotanya, maka ia sendiri yang datang kepada Yesus.

Apalagi ketika Yesus berkata kepadanya, 'Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat kamu tidak percaya (Yohanes 4:48). Secara tidak langsung Yesus mengajak sang pegawai itu untuk percaya kepadanya, sedangkan pegawai menunjukkan keyakinannya ini tersirat melalui pernyataan, 'datanglah sebelum anakku mati' dia ingin melihat keajaiban yang akan dilakukan Yesus.

Lanjutnya, dalam perayaan penyambutan hari kelahiran Tuhan Yesus, kitapun percaya bahwa kelahiran Yesus Kristus membawa keajaiban bagi umat manusia, termasuk pribadi kita, orang-orang yang kita kasihi, percaya bahwa dengan keajaiban Yesus telah membuat kita diselamatkan.

"Kita bukan sekadar menyambut hari kelahiran Tuhan Yesus, tetapi kitapun telah mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan Yesus kedua kali. Karena nanti Yesus datang bukan lagi sebagai seorang bayi. Dia datang dalam kemuliaan-Nya sebagai hakim yang adil. Kapanpun Dia datang kembali, tak satupun diantara kita yang tahu tapi kita telah siap menyambutNya.

Masa Advent atau masa penantian kelahiran Tuhan Yesus selalu kita isi dengan ibadah-ibadah menyambut Natal. Tapi sejauh manakah kita telah memaknai masamenyambut hari Natal? Apakah sekadar persiapan-persiapan lahiriah saja? Lalu adakah tempat di hati manusia yang merayakan kelahiran sang pembawa keajaiban? Kita beda dengan pegawai istana, semula ia belum percaya kemudian menjadi percaya ketika Tuhan mennyatakan keajaiban padanya. Orang Kristen jaman sekarang telah percaya tapi tidak sepenuhnya percaya.

"Padahal saat kita merayakan hari kelahiran sang pembawa keajaiban, sebenarnya mengingatkan kita bahwa Dia sedang dan sementara melakukan keajaiban dalam kehidupan kita. Kita harus sadari bahwa kalau kita boleh hidup sampai saat ini merupakan keajaiban bagi kita, karena kehidupan adalah anugerah," katanya.

Sedangkan Ketua WKI Jemaat GMIM Eben Heazer Bumi Beringin, Pnt Sherly Mewengkang-Najoan mengajak kita menyambut kelahiran Tuhan Yesus dengan apa adanya sesuai anugerah Tuhan Pada kita.

Seperti pegawai istana yang akhirnya mempercayakan kehidupannya dan seisi rumah kepada Tuhan Yesus."Percayakan saja hidup dan penghidupan kita pada Tuhan Yesus, sambutlah hari kelahiranNya dengan penuh kedamaian hati dan kesederhanaan," tutur Pnt Sherly.

Pnt Sherly yang juga menjabat Ketua WKI Wilayah Manado Teling menambahkan  bahwa dengan Natal dia berharap WKI menjadi garam dan terang serta penyejuk dalam keluarga, lingkungan kerja, masyarakat.

"Natal kita sambut dengan sukacita iman dan damai sejahtera dalam keluarga, dimana kita ibu-ibu sebagai istri mama dan oma adalah tiang doa dalam keluarga. Intinya Menyambut natal hidup dengan kesederhanaan, ujar istri dari Ketua Komisi I DPRD Sulut, Ferdinand Mewengkang.

Hadir dalam ibadah ini Ketua BPMJ GMIM Eben Haezer Bumber, Pdt Jimmy JL Suatan STh dan pelayan khusus di gereja tersebut.(pokja infokom)

Related

News Online 1524871419799195611

Posting Komentar

emo-but-icon

Renungan

Undangan

Undangan

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Berlangganan Artikel Kami

Masukkan alamat email:

Tertarik Beriklan? Kami Sediakan Di sini...

Mau Beriklan??? Hubungi???...0811438088/085256409555/08124301190
item