Utamakan Kasih Bukan Kekerasan


(Yesaya: 63:7-14)


Penatua Selfran Wungouw SE
(Kompelka Remaja Kyrios Kawiley)



SAUDARA
-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus, tak dapat disangkal bahwa kita menginginkan kesetiaan melakukan tugas dan pekerjaan. Karena dengan setia kita mendapat pujian mendapat penghargaan.

Begitu pula kita merindukan kasih setia dari yang dicintai, apakah dari orangtua, sahabat, pacar dan lain sebagainya.
Memang dengan adanya kasih setia satu dengan lain, dapat membuahkan kebahagiaan, keharmonisan serta diliputi suasana aman dan damai.

Hal ini sebagaimana dikatakan dalam kitab Yesaya tentang pujian dan doa serta permohonan. Yesaya memuji belas kasihan dan kasih setia Allah yang tak terbatas itu yang sudah membawah bangsa Israel menikmati keselamatan/pembebasan setelah mengalami penderitaan atau hukuman pada waktu pembuangan di babel.

Ini merupakan suatu kesaksian permohonan dan pengakuan dosa dari umat dimana bersungguh-sungguh memohon pengampunan dan penghapusan dari segala kesalahan dan dosa serta hukuman. Memang apa yang dibuat umatnya mendorong kita semua berbuat sama dengan mereka. Sebab kita juga tidak lepas dari keterbatasan, kekurangan, kelemahan dan dosa. Dan hanya karena kasih setia dari Tuhanlah kita dibebaskan dan diampuniNya.

Pembaca yang dikasihi oleh Tuhan Yesus. Sebagai mahluk sosial kita tak bisa hidup sendiri tanpa orang lain, yang jelas ketika kita hidup didunia ini. Kita pasti membutuhkan orang lain untuk saling bekerja sama, saling membutuhkan dalam segala hal. Namun dalam membangun hubungan dengan orang lain, kita seringkali diperhadapkan dengan kendala, masalah dan kesulitan.

Mengapa itu bisa terjadi? Ini jadi pertanyaan for torang samua (untuk kita semua), karena setiap kita manusia memiliki kepribadian dan latar belakang yang berbeda-beda.

Otomatis kita masing-masing mempunyai keinginan, kemauan, kehendak, ide dan pndapat-pendapat yang berbeda. Akibatnya baku marah, baku binci, baku injang, baku cungkel, seringkali timbul dan biasanya berujung pada permusuhan, kekerasan.

Hendaklah perbedaan, kekerasan yang sering terjadi dalam kehidupan bermasyarakat bukan menjadi alat pemecah, melainkan menerapkan kasih sehingga dengan kasih semua dapat teratasi, dengan kasih perbedaan tidak ada lagi, dengan kasih segala bentuk kekerasan dapat terhindari. Kasih dapat membuat orang tersenyum dan berbahagia.

Dan dengan kasih juga dapat mempersatukan setiap manusia di bumi ini. Tuhan memberkati (*)

Related

Renungan 2731351148054959910

Posting Komentar

emo-but-icon

Renungan

Undangan

Undangan

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Berlangganan Artikel Kami

Masukkan alamat email:

Tertarik Beriklan? Kami Sediakan Di sini...

Mau Beriklan??? Hubungi???...0811438088/085256409555/08124301190
item