Tamu GMIM dari Amerika, Swiss, Australia, Belanda dan Jerman Puji GMIM


SEMENJAK pagi hari, ratusan ribu jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) yang berasal dari tujuh Rayon  yang ada di Manado, Tomohon, Bitung, Minahasa selatan (Minsel), Minahasa Utara (Minut),  dan Mitra (Minahasa Tenggara), mulai berdatangan memadati Lapangan Koni Sario. Mereka hadir dalam ibadah puncak penutupan Pameran GMIM Expo dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) bersinode ke 80 yang di pimpin langsung oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS), Pendeta HWB Sumakul.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pawai bersama. Warna-warni seragam dari masing-masing jemaat menjadi pemandangan yang cukup unik menyegarkan mata. Sambil menunggu persiapan pawai, seluruh jemaat menunggu di stand wilayah jemaat mereka sekaligus membongkar stand yang sebelumnya berdiri megah selama seminggu. Bahkan beberapa peserta drumben terlihat berlatih membunyikan perpaduan musik untuk meramaikan suasana pawai. Ada sekitar 111 wilayah termasuk BPMS yang mengikuti pawai tersebut dengan total sekitar 200 ribu orang. Selain seluruh pendeta, Pelayan Khusus (Pelsus), dan seluruh warga jemaat GMIM, hadir pula Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Tenggara (Mitra), Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda), bersama dengan para tamu dari Amerika, Swiss, Australia, Belanda, Jerman, dan Newtork.

Frank Drake, pendeta asal Amerika ini mengaku sangat senang untuk turut meramaikan penutupan pameran GMIM Expo. "Orang Manado pintar untuk merayakan hari-hari besar," katanya kepada Tribun Manado, Selasa (30/9) saat di temui di Lapangan Koni Sario. Dia mengaku sangat terkesima dengan acara pewai bersama Sinode GMIM. "Saya rasa kesuksesan acara ini tidak di nilai dari berapa jumlah orangnya, tapi seluruh hati Jemaat. Mereka sudah mempersiapkan semuanya yang terbaik untuk Tuhan," ujar Warga Amerika yang cukup vasih berbahasa Indonesia ini.

Ketua Harian Pemeran Sinode GMIM, Roy E. Lengkong  mengatakan pawai bersama ini sebagai momentum kebangkitan GMIM agar semakin solid dan bersatu dalam melayani Tuhan. "Dengan hadirnya seluruh Jemaat, membuktikan persatuan GMIM yang tercipta di HUT GMIM pada saat ini. Mekipun rute pawai sepanjang delapan kilo meter, tapi baik yang tua maupun yang muda turut ambil bagian dalam pawai bersama ini," katanya.

Tepat pukul 14.30 Wita, seluruh jemaat berbaris rapi di lapangan. Barisan pertama adalah 40 pengiring bendera  yang membawa bendera merah putih, diikuti dengan 40 siswa lainnya yang membawa bendera GMIM. Tak lupa iringan musik dari puluhan peserta drumben yang semakin menghidupkan suasana pawai. Dengan menggunakan setelan jas hitam para anggota BPMS juga mengambil bagian dalam pawai tersebut. Urutan Rayon dimulai dari Rayon Tomohon, Bitung, Minsel, Minut, Mitra, dan rombongan Rayon Manado yang menjadi rombongan teakhir.

Usai pawai ribuan warga masih memadati Lapangan Koni Sario untuk mendengarkan pengumuman lomba, dan penerimaan hadiah. "Usai pawai akan ada pemberian hadiah persembahan Ketua Umum Panitia Vicky Lumentut, termasuk untuk 10 stand terbaik. Rangkaian acara ini akan ditutup dengan pesta kembang api pada malam nanti," katanya.

Dia berharap GMIM dapat sama-sama bertumbuh dalam satu pelayanan yang saling bergandengan tangan demi kemuliaan nama Tuhan. "Semoga acara ini dapat menumbuhkan motivasi untuk melayani Tuhan kepada seluruh Jemaat," tutupnya. (POKJA INFOKOM P/KB)

Related

News Online 375765878874057863

Posting Komentar

emo-but-icon

Renungan

Undangan

Undangan

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Berlangganan Artikel Kami

Masukkan alamat email:

Tertarik Beriklan? Kami Sediakan Di sini...

Mau Beriklan??? Hubungi???...0811438088/085256409555/08124301190
item