Pdt Roy Lengkong: Peserta Pawai HUT GMIM 200 Ribu Orang



SETELAH menggelar pameran GMIM Expo  dan berbagai lomba terkait perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 GMIM bersinode selama sepekan, tepatnya 24-30 September di Lapangan KONI dan sekitarnya. Akhirnya, ditutup dengan ibadah Agung yang dipimpin Ketua Sinode GMIM, Pdt Dr Henny WB Sumakul STh, Selasa (30/9).

Tak hanya itu selepas ibadah agung dilanjutkan dengan pawai bersama yang diikuti oleh 111 wilayah dari tujuh rayon yang ada di Manado, Tomohon, Bitung, Minahasa selatan (Minsel), Minahasa Utara (Minut),  dan Mitra (Minahasa Tenggara).

Peserta mengawali pawai dari Lapangan KONI Sulut di Jalan Ahmad Yani lalu menuju Jalan Sam Ratulangi. Kemudian berbelok kearah Boulevard (Jalan Pierre Tendean) melalui SMA Rex Mundi. Dari situ pawai berbelok ke samping Hotel Prince dan kembali ke KONI.

Pawai ini menarik perhatian warga yang dilalui peserta. Sebab beberapa wilayah melakukan berbagai atraksi dengan pakaian warna-warni. Termasuk dari wilayah Ranoyapo yang pesertanya memakai topeng. Lalu ada drum band yang didahului 40 paskibraka yang membawa bendera merah putih dan 40 siswa yang membawa bendera GMIM.

Ketua Harian Panitia Pameran Pembangunan, Pdt Roy Lengkong Sth mengatakan, pawai diikuti 111 wilayah termasuk BPMS yang diperkirakan mencapai 200 ribu orang.
Selain seluruh pendeta, Pelayan Khusus (Pelsus), dan seluruh warga jemaat GMIM, hadir pula Bupati Mitra James Sumendap dan Wakil Bupati Mitra, Ronald Kandoli, Wakapolda, Kombes Pol Charles Ngili dan tamu dari Amerika, Swiss, Australia, Belanda, Jerman.

Pdt Frank Drake dari Amerika mengaku sangat senang untuk turut meramaikan penutupan pameran GMIM Expo.

"Orang Manado pintar untuk merayakan hari-hari besar," katanya kepada Tribun Manado, Selasa (30/9) saat di temui di Lapangan KONI Sario. Dia mengaku sangat terkesima dengan acara pewai bersama Sinode GMIM.

"Saya rasa kesuksesan acara ini tidak di nilai dari berapa jumlah orangnya, tapi seluruh hati Jemaat. Mereka sudah mempersiapkan semuanya yang terbaik untuk Tuhan," ujar Warga Amerika yang cukup vasih berbahasa Indonesia ini.

Pdt Roy Lengkong menambahkan, pawai bersama ini sebagai momentum kebangkitan GMIM agar semakin solid dan bersatu dalam melayani Tuhan. "Dengan hadirnya seluruh Jemaat, membuktikan persatuan GMIM yang tercipta di HUT GMIM saat ini. Mekipun rute pawai sepanjang delapan kilo meter, tapi baik tua maupun muda turut ambil bagian dalam pawai bersama ini," katanya.

Tepat pukul 14.30 Wita, seluruh jemaat berbaris rapi di lapangan. Barisan pertama adalah 40 pengiring bendera  yang membawa bendera merah putih, diikuti dengan 40 siswa lainnya yang membawa bendera GMIM.

Tak lupa iringan musik dari puluhan peserta drumben yang semakin menghidupkan suasana pawai. Dengan menggunakan setelan jas hitam para anggota BPMS juga mengambil bagian dalam pawai tersebut.

Urutan Rayon dimulai dari Rayon Tomohon, Bitung, Minsel, Minut, Mitra, dan rombongan Rayon Manado yang menjadi rombongan teakhir.

Seusai pawai ribuan warga masih memadati Lapangan Koni Sario untuk mendengarkan pengumuman lomba, dan penerimaan hadiah. " Seusai pawai akan ada pemberian hadiah persembahan Ketua Umum Panitia Vicky Lumentut, termasuk untuk 10 stand terbaik. Rangkaian acara ini ditutup dengan pesta kembang api pada malam nanti," katanya.

Dia berharap GMIM dapat sama-sama bertumbuh dalam satu pelayanan yang saling bergandengan tangan demi kemuliaan nama Tuhan. "Semoga acara ini dapat menumbuhkan motivasi untuk melayani Tuhan kepada seluruh Jemaat," ujar Lengkong.
Sementara itu, Ketua Jemaat GMIM Immanuel Koya, Pdt Emy Walukow Worotikan STh bersama pelsus ikut meramaikan selebrasi. "Saya bangga jadi GMIM, semoga di hari raya (HUT) GMIM yang ke-80 pelayanan semakin baik untuk kehormatan kemuliaan nama Tuhan," ujarnya.

Sedangkan Pnt Dr Justien R Winowatan-Wuisang DEA mengatakan, ini merupakan celebrasi HUT yang megah dan luar biasa kiranya dibarengi dengan sikap melayani dengan hati sebagai hamba bagi semua pekerja GMIM. "Para pendeta, Guru Agama, penatua, syamas dan perangkat pelayanan lainnya. Jemaat GMIM menjadi pelopor-pelopor keadilan dalam tugas dan kerjanya masing-masing, '' ujar Dosen Bahasa Jepang, Universitas Negeri Manado.(pokja infokom P/KB)

Related

News Online 9070146311251510718

Posting Komentar

emo-but-icon

Renungan

Undangan

Undangan

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Berlangganan Artikel Kami

Masukkan alamat email:

Tertarik Beriklan? Kami Sediakan Di sini...

Mau Beriklan??? Hubungi???...0811438088/085256409555/08124301190
item