NSGMC Ukir Sejarah "Gold Champion'' di Calella (2)



 
Swingly Sondak dkk meraih sertifikat Gold Champion.
MOMEN pengumuman pemenang Festival Paduan Suara se-dunia ‘’Canta al Mar’’ Calella (Spanyol) tanggal 25 Oktober 2014, benar-benar menjadi milik Indonesia. Merah putih berkibar beberapa kali di atas panggung kehormatan, seiring kemenangan yang diukir Tim Paduan Suara (PS) North Sulawesi GMIM Male Choir (NSGMC) dan wakil Indonesia lainnya, PS Universitas Mercu Buana.
        Empat gold champion dan satu gold digondol Indonesia. Pasalnya, selain NSGMC yang meraih gold champion di kategori Male Choir (Paduan Suara Pria) dan gold di Music Sacra, Universitas Mercu Buana juga meraup gold champion di tiga kategori lainnya, masing-masing Female Choir, Mixed Choir dan Folklore.
        Namun capaian prestasi NSGMC tergolong istimewa karena meraih gold champion dengan tingkat kesulitan teratas (difficulty level 1). Tak heran selain penonton dan para juri yang memberikan apresiasi dengan standing applaus, delegasi Sulawesi Utara yang dinakhodai Ir Roy Roring MSi (Ketua Tim), Pnt Ir Stefa BAN Liow (Ketua Komisi Sinode P/KB GMIM) dan Terkelin Purba (Manajer Tim), mendapat perhatian khusus dari Interkultur, organisasi resmi penyelenggara festival paduan suara tingkat dunia.
        Sanjungan atas prestasi Sulut disampaikan langsung Interkultur Artistic Director (Direktur Artistik), Prof Dr Ralf Eisenbeib. Saat bertemu langsung dengan official Tim NSGMC yang terdiri dari Roy Roring, Stefa Liow, Eddyson Masengi, James Karinda, Boy Tumiwa dan Bryan Janny Waleleng, pria asal Jerman ini tak segan-segan memuji potensi choir Sulut. Prof Ralf mengaku takjub, karena Sulut meski hanyalah sebuah propinsi di Indonesia yang jumlah penduduknya tidak lebih dari 2 juta jiwa, namun memiliki potensi penyanyi-penyanyi choir berkualitas dunia.
        Dia mengharapkan potensi choir Sulut yang tampil menghebohkan di ajang festival choir ‘’Canta al Mar Calella 2014’’ terus dipertahankan, bahkan kalau perlu ditingkatkan. Interkultur sendiri, aku Prof Ralf, siap membantu jika memang dibutuhkan. Bahkan mewakili organisasinya, Prof Ralf mengatakan, Sulut sudah layak menjadi tuan rumah World Choir Games (Festival Paduan Suara level teratas di tingkat dunia) dan workshop internasional, jika bersedia.
        Dia juga berjanji, siap mendatangkan pembicara berkualitas dalam workshop tersebut. Roring dkk menyambut positif pujian dan tawaran Prof Ralf. ‘’Hal ini tentunya kami sambut dengan positif dan gembira. Namun soal menjadi tuan rumah, perlu kami bicarakan dengan berbagai pihak terutama pemerintah,’’ aku Roring YANG DIKENAL SEBAGAI Kepala Bappeda Sulut ini.
        Sementara salah satu official NSGMC, Drs Eddyson Masengi ME yang juga dikenal sebagai Anggota DPRD Sulut, seusai pertemuan itu mengatakan, sudah seharusnya Pemerintah Indonesia lebih memperhatikan dan serius menopang, serta memberi support terhadap eksistensi paduan suara Indonesia yang telah mengharumkan merah-putih di tingkat dunia, seperti yang sudah dilakukan NSGMC dan Universitas Mercu Buana di Calella Spanyol.
        Paduan suara asal Sulut sendiri, ditambahkannya, selain NSGMC, sudah beberapa kali berprestasi di dunia, namun masih berjuang secara mandiri dalam keikutsertaannya mengharumkan nama Negara. Dikatakannya, selama ini perhatian hanya diberikan pemerintah daerah, sedangkan pusat belum. Padahal prestasi yang dipersembahkan mengatasnamakan Negara dan bendera merah putih yang dikibarkan.
        ‘’Jangan hanya olahraga yang diperhatikan, padahal kalau ditilik dari prestasi, olahraga kita mungkin prestasinya hanya sebatas Asean atau Asia. Sedangkan paduan suara sudah pada tataran level internasional dan dunia,’’ tandasnya yang diamini Anggota DPRD Sulut lainnya, James Karinda yang turut menjadi official tim bersama P/KB Sinode GMIM.
FOKUS MEMUJI TUHAN        
Swingly Sondak termasuk salah satu orang yang paling bahagia atas prestasi yang dicapai NSGMC di Calella, Spanyol. Sebagai pelatih dan konduktor choir, Swingly mengaku memikul beban dan tanggungjawab yang cukup berat untuk memberikan yang terbaik bagi Sulut, bahkan Indonesia di ajang choir dunia. Namun ketika NSGMC akhirnya meraih gold champion, Swingly pun mengaku plong sekaligus terharu, dan tak henti-hentinya memanjatkan syukur pada Tuhan Yesus Kristus.
Selain berkat campur tangan Tuhan, pelatih koor bertangan dingin ini sedikit mengungkap rahasia kesuksesan NSGMC sehingga meraih prestasi tertinggi di Calella.  ‘’Bagi saya, NSGMC bukanlah sebuah choir. NSGMC adalah sebuah keluarga bagi saya,’’ ungkapnya seraya menceritakan, segala proses yang dialami tim ini, sejak audisi sampai keberangkatan ke Calella, merupakan sebuah perjalanan panjang yang dilalui baik suka-maupun, sehingga NSGMC menjadi sebuah tim kelompok paduan suara yang solid secara teknis maupun non-teknis.
‘’Memenangkan sebuah iven Interkultur dan diselenggarakan di benua Eropa, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Namun hal ini bisa kami lalui dimana kuncinya adalah fokus memuji Tuhan. Itulah sebabnya dominasi kuat negara-negara Eropa seperti Finlandia, Norwegia, Rusia bahkan Italia, tidak membuat kami kuatir apalagi takut saat naik panggung,’’ tandasnya mantap.
Di samping itu, Swingly mengatakan salut dan angkat topi atas perjuangan dan jerih payah serta mental para penyanyi anggota koor. ‘’Teknik-teknik secara individual skill, ensemble skill, mentalitas skill, sosial skill dan religious skill, dilahap mereka dengan baik,’’ aku Swingly. (bersambung)

Related

Pokja Infokom 1287927270976597384

Posting Komentar

emo-but-icon

Renungan

Undangan

Undangan

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Berlangganan Artikel Kami

Masukkan alamat email:

Tertarik Beriklan? Kami Sediakan Di sini...

Mau Beriklan??? Hubungi???...0811438088/085256409555/08124301190
item