Galilea Watumea Pamerkan Kursi Jaman Belanda




HARI ini seluruh stan pameran akan dibongkar. Selama beberapa hari anggota jemaat wilayah menampilkan karya dan kreativitas, serta potensi daerahnya. Sejumlah wilayah bahkan ingin menampilkan sisi unik agar mengundang perhatian.

Satu di antara stan yang menarik adalah milik Wilayah Tandengan. Di situ jemaat memajang peti jenazah. Rupanya sebagian potensi warga yang ada di tujuh wilayah Tandengan adalah pengusaha industri kayu. Selain miniatur peti kayu ada juga miniatur lemari kayu.
"Miniatur ini hanyalah contoh. Namun harga yang tertera adalah untuk ukuran peti dan lemari yang sebenarnya," kata Halvy Kolondam kepada Tribun Manado.

Peti kayu untuk ukuran sekitar 1,85x80 dibanderol dengan harga sekitar Rp 800 ribu, lemari ceper Rp 600 ribu, lemari dekorasi Rp 1 juta, dan lemari pakaian dua pintu Rp 750 ribu. Selain itu ada juga bingkai dengan berbagai ukuran. Ukuran yang paling besar 60x40 dengan harga Rp 100 ribu hingga Rp150 ribu.

Peti jenazah dan lemari itu dibuat dari kayu cempaka, kayu merah, kayu linggua. "Sudah cukup banyak pengunjung yang bertanya dan memesan produk kami," ujar Halvy.
Para pengunjung yang datang terlihat antusias untuk berfoto bersama. Mereka jadi tahu potensi daerah di Wilayah Tandengan setelah bertanya kepada Helvy yang menjaga stan.

Selain pengusaha industri kayu, sebagian jemaat juga berprofesi sebagai petani, dan bekerja di bidang kerajinan tangan eceng gondok. Para pengunjung sangat tertarik untuk melihat miniatur karamba, serta hasil kerajinan lainnya.

Halvy mengaku sangat senang bisa memperkenalkan potensi daerah mereka kepada pengunjung. "Banyak yang tanya-tanya soal potensi daerah kami. Mereka juga menanyakan kursi yang dibuat zaman Belanda pada 1875. Kursi ini masih di pakai sampai sekarang di salah satu gereja yang tertua di Minahasa, yaitu di Jemaat GMIM Galilea Watumea," jelasnya.

Menurutnya, pameran yang diselenggarakan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) sangat positif. "Luar biasa, banyak jemaat yang juga memiliki banyak potensi. Setiap stan menampilkan karya-karya daerah mereka yang memperlihatkan keanekaragaman budaya dan pekerjaan jemaat," katanya.
Dia berharap kegiatan ini dapat terus digelar guna mempererat hubungan antarjemaat. "Semoga diadakan setiap tahun," kata pria 26 tahun ini.(tim pokja P/KB)

Posting Komentar

emo-but-icon

Renungan

Undangan

Undangan

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Berlangganan Artikel Kami

Masukkan alamat email:

Tertarik Beriklan? Kami Sediakan Di sini...

Mau Beriklan??? Hubungi???...0811438088/085256409555/08124301190
item